Rambut

HAIR
Malam ini aku menyapu helaian rambut yang berguguran,
entah itu rambutku, atau juga rambutmu.
entahlah.
nampak sama.
aku tidak pernah mengerti pasangan yang menggugat kesetiaan karena helai rambut yang tertinggal,
mereka semua tampak sama.
mungkin mereka mengukurnya dengan penggaris nanometer.
terserah mereka.

kau tergopoh membawa lap pel.
kau bilang sia-sia menyapu rambut tanpa mengepelnya.
dan kau pun menyeka setiap inci kamar,
meraup tiap helai rambut yang meliuk di lantai.

malam itu kita bercinta.
memang menyenangkan rasanya,
bercengkrama di atas ubin bersih yang dingin.
film yang diputar di layar kecil itu
tidak mengalihkan perhatianku dari tanganmu yang mengelus kepalaku.

ternyata rambut kembali menguasai keramik putih yang baru kau pel dengan cermat.
seakan mereka memiliki jiwa sendiri,
dan bosan bersemayam di kepala kita.
proses pun berulang,
kali ini tanpa bercinta.

keesokan malamnya aku membungkus rambutku,
dan rambutmu,
dengan plastik kedap pembungkus makanan.
setidaknya besok pagi aku tidak harus menyapu lagi.

Bandung, 9 November 2010.
Sampo anti rontok itu berdusta.

Iklan

Heboh Rokok Elektrik

E Cigarrete

Beberapa waktu yang lalu saya baca soal di-’haram’-kannya rokok elektrik oleh BPOM dengan alasan kadar nikotinnya tidak tercantum, kadar nikotinnya labil, dan dianggap beracun (karena masih mengandung nikotin). Waktu saya membaca artikel ini, saya berpikir “jangan-jangan akal-akalan produsen, toh yang paling dihindari kan TAR yang mengakibatkan flek, bukan nikotin yang sekedar mengakibatkan kencanduan rokok akibat terhambatnya aliran adrenalin tanpa asupan nikotin.” Tapi artikel itu (link) mencantumkan bahwa WHO juga masih belum memastikan keamanan rokok ini; bukannya karena akan mengakibatkan kanker, impotensi, gangguan kehamilan dan janin, melainkan karena BELUM DAPAT dikatakan sebagai alat yang membantu menghentikan kebiasaan merokok.

APA ITU ROKOK ELEKTRIK ?

Menurut WIKIPEDIA (situs kesayangan saya), electronic cigarette (e-cigarette), atau yang dikenal juga sebagai personal vaporizer, adalah alat bertenaga baterai yang menyediakan sejumlah dosis nikotin untuk dihirup oleh penggunanya dalam bentuk UAP, sebagai alternatif dari rokok, cerutu, atau pipa tembakau yang menyuplai nikotin ke dalam tubuh penikmatnya dalam bentuk ASAP. Meski demikian, uap dari alat ini juga memberi sensasi dan rasa yang kurang lebih sama dengan rokok tanpa menghasilkan asap, melainkan sekedar uap. Di otak saya, cara kerjanya sih mirip SHISHA.

Rokok elektronik ini memiliki berbagai bentuk, mulai dari yang mirip dengan rokok, atau cerutu, atau pipa tembakau yang asli, sampai yang mirip pena saja. Model yang populer adalah jenis yang dapat digunakan berulangkali dengan bagian-bagian tertentu saja yang diganti atau di-refill. Tapi saat ini dikembangkan juga model yang sekali pakai, yang menurut saya akan memperbanyak E-WASTE.

Electronic Pipe

JADI NIKOTINNYA ADA ATAU TIDAK ?

Larutan nikotin, yang disebut juga sebagai e-liquid atau e-juice, dijual terpisah dalam bentuk catridge isi ulang, dan kadang di-‘bumbui’ dengan berbagai rasa, mulai dari menthol, kopi, karamel, sampai berbagai rasa buah. Kandungan nikotin di dalam larutan ini bervariasi, dari NOL, rendah, mengengah, tinggi, dan TINGGI SEKALI. Keterangan tentang kandungan nikotin biasanya dicantumkan di kemasannya. Larutan ini biasanya merupakan nikotin yang dilarutkan dalam Propylene Glycol (sejenis alkohol yang memiliki rasa manis, banyak di temukan di kosmetik, perlengkapan mandi, sebagai pelarut obat, dan penjaga kelembaban tembakau rokok) atau Vegetable Glycerin (Glycerol, biasa digunakan sebagai pemanis untuk diet, pelarut, dan pengawet). Keduanya adalah bahan yang tidak berbahaya untuk dikonsumsi selama ada di dalam ambang dosis yang wajar. Baca entri selengkapnya »

Iatrogenic; penyakit yang makin banyak MEMBUNUH !!

Baru nonton film SUBLIME, film absurd yang biasanya ditinggalkan oleh orang normal setelah 10 menit nonton adegan-adegan pembuka yang abstrak.  Di film itu, gue nemuin sebuah istilah yang menarik, iatrogenic atau iatrogenesis.  Iatrogenic itu, dalam film, kurang lebih sebuah kondisi sakit bahkan kematian yang diakibatkan oleh medical error alias malpraktek.  Waktu baru denger, tentunya reaksi gue NGAKAK. Doctors; they can name everything that causes death, even their own mistakes, with fancier calling but rarely find the cure. *LOL*

Karena tertarik, gue cari-cari lagi di Internet, terutama sahabat baik kita, Wikipedia. Etymologically, the term means “brought forth by a healer” (iatros berarti penyembuh, in Greek, not in Boso Jowo); jadi hasilnya bukan selalu jelek kayak menimbulkan penyakit, mostly it gives nice effect – HEALING. Aslinya, iatrogenesis dan iatrogenic diartikan sebagai komplikasi yang diakibatkan oleh perawatan atau nasihat medis.

Penyebab iatrogenic antara lain kesalahan medis, kealpaan, dan interaksi negatif dari obat yang diresepkan (misalnya karena alergi). Di Amerika Serikat, tercatat 225,000 kematian per tahunnya akibat penyakit ini, menempati posisi ketiga penyebab kematian, setelah rokok dann kecelakaan.

Contoh-contoh iatrogenic ini antara lain:

  • Kesalahan medis;
  • kesalahan pembacaan resep akibat tulisan terlalu tidak terbaca (IKR?!);
  • kesalahan prosedur atau kealpaan;
  • interaksi obat yang negatif;
  • penggunaan antibiotik berlebihan sehingga bakteri penyakit menjadi kebal;
  • infeksi Nosocomial (whatever that is);
  • transfusi darah; dan
  • tekanan emosional berlebihan.

Ceyem.  By the way, nasihat dari nyokap termasuk iatrogenic gak yah?  Soalnya tiap gue pilek, dia langsung nyodorin Amo**n. Nah loh.

visit our site and follow our IG @zeabrizkie for fashion stuffs!
150525113058_newlogo-POLKAlight

Soft Drink bikin MENS banjir???!

Menstruasi itu normal untuk cewek, proses alamiah yang membuktikan bahwa… kamu MEMANG cewek, bukan pria jadi-jadian.  Menstruasi pertama itu disebut Menarche, normalnya datang waktu umur kita 13-an, tapi ada juga yang udah dapet pas umur 9 tahun atau telat sampe umur 17 tahun.  Makin baik gizi en kondisi organ kewanitaan kita, menarche makin cepet dateng. Kalo menarche lo telat banget, coba periksain ke dokter deh!

Setiap bulan, salah satu ovarium (indung telur) akan menghasilkan satu sel telur yang matang. Tiap cewek punya dua ovarium yang menghasilkan ovum (sel telur) secara bergantian setiap bulannya. Sebelum terjadi ovulasi (pelepasan ovum dari ovarium). Kelenjar hipofisis akan menaikkan kadar hormon estrogen dan progesteron. Hormon estrogen ini yang bikin lapisan lembut (endometrium) pada dinding rahim sebelum telur dilepaskan oleh indung telur. Sedangkan hormon progresteron ngasih tau ke rahim untuk menjaga endometrium agar tidak luruh, ini fungsinya untuk mempersiapkan seandainya terjadi pembuahan maka disitulah nantinya embrio akan tumbuh.

Kalo sudah dilepasin, si sel telur akan ditangkap oleh tangan-tangan fimbriae trus dia jalan-jalan ke tuba fallopii en berakhir sampai ke rahim.  Nah kalo pas jalan-jalan tadi si sel telur itu nggak ketemu sperma yang membuahinya, ia bakal mati dalam waktu 24 jam, luruh bersama dengan lapisan rahim tadi dan keluar melalui vagina berupa darah. Inilah yang disebut menstruasi.

Biasanya menstruasi terjadi sekitar 3 hingga 7 hari. Dua atau tiga hari pertama emang cukup banyak darah yang keluar, tapi hari berikutnya, jumlah tersebut berkurang hingga berhenti sama sekali.  Siklus mens normal itu antar 21-35 hari, dan bisa berubah karena kondisi fisik maupun psikologis.

Mitosnya nih, kalo minum soft drink pas mens, bisa langsung banjir en perutnya sakit. Ternyata salah lho. Justru kalo minum soft drink, mens kamu jadi lancar en ngurangin sakit perut dengan kandungan sodanya.  Selain pake soda, kamu juga bisa minum air kelapa atau punir asem. Khasiatnya sama, ngilangin sakit perut kamu.  Tapi buat yang anemia jangan yah, soalnya jadi deres banget keluar darahnya.  Hehehe…

Kalo masih sakit, kompres aja pake air panas, tapi jangan panas-panas loh!  Sering-sering bersihin daerah V en ganti pembalut juga membantu ngurangin sakit, kalo pembalut kamu udah berat, biasanya perut juga jadi ga enak.  So, sering-sering ganti pembalut!

*gimana gwe taw?*

Wkt SMA khan gwe kepilih jadi konsul masalah seks en narkoba. Hehehe…

MITOS: cokelat bikin batukk!

Dulu, bonyok gue sering ngelarang gue makan cokelat banyak-banyak, trus bilang : “jangan banyak makan cokelat, nak, nanti batuk”. Akibatnya, gue mengurangi makan cokelat, berhubung gue yang masih anak kecil juga sebel banget menyaksikan giginya berguguran. Gue percaya itu karena gula dalam cokelat merusak gigi! Sekarang gue udah menemukan jawabannya, gigi gue dulu copot karena peri gigi.

(*jitak diri sendiri)

Waktu gue SMA, tiba-tiba tren spa mulai heboh di kalangan remaja. Padahal tadinya cuma ibu-ibu, tante girang, dan para penjaja jajanan malam tuh yang spa. Dan waktu itu, ada artikel tentang spa cokelat dari Hershey. Surga…

Tapi dari artikel itu gue tau, cokelat banyak manfaatnya. Dan yang bikin gue shock sampe kepala gue putus (untung ada lem UHU), ternyata cokelat bisa nyembuhin batuk. Baru-baru ini gue nyari-nyari lagi tentang itu, banyak penelitian yang udah lebih maju. Peneliti National Heart and Lung Institute (tentu di London, bukan Jepara, Bukit Tinggi, atau daerah Indonesia lainnya) ngebandingin efek CODEINE (bahan dasar kebanyakan obat batuk) dan THEOBROMINE (kandungan dalam cokelat). Ternyata, cokelat mencegah batuk 33% lebih efektif dari obat batuk kebanyakan!

(eat that, mommy. still laff u though!)

Nah, banyak-banyak aja makan cokelat kalo lagi batuk, tapi jangan cokelat asal. Pastiin itu cokelat yang PURE DARK CHOCOLATE, jangan MILK CHOCOLATE karena kandungan Theobromine-nya udah jauh berkurang. Dosis Theobromine yang dianjurkan itu sekitar 1000 per hari, alias sekitar 2 ons cokelat (450 mg Theo dalam 1 ons cokelat). Berlebihan sih, tapi bisa dicicil selama 3 hari-an gitu juga boleh. Tenang aja, cokelat (meskipun banyak yang bilang punya efek kayak kafein) gak nyebabin ngantuk!  Ups, iklan …

Dark choco kesukaan gue itu merek LINDT, lempengan tipissss gitu. Enak buat ngemil dlm kelas.  Wkwkwk…

I am teacher, I am student,
I am faith and evolution.
[mattie JT stepanek]