MITOS: cokelat bikin batukk!

Dulu, bonyok gue sering ngelarang gue makan cokelat banyak-banyak, trus bilang : “jangan banyak makan cokelat, nak, nanti batuk”. Akibatnya, gue mengurangi makan cokelat, berhubung gue yang masih anak kecil juga sebel banget menyaksikan giginya berguguran. Gue percaya itu karena gula dalam cokelat merusak gigi! Sekarang gue udah menemukan jawabannya, gigi gue dulu copot karena peri gigi.

(*jitak diri sendiri)

Waktu gue SMA, tiba-tiba tren spa mulai heboh di kalangan remaja. Padahal tadinya cuma ibu-ibu, tante girang, dan para penjaja jajanan malam tuh yang spa. Dan waktu itu, ada artikel tentang spa cokelat dari Hershey. Surga…

Tapi dari artikel itu gue tau, cokelat banyak manfaatnya. Dan yang bikin gue shock sampe kepala gue putus (untung ada lem UHU), ternyata cokelat bisa nyembuhin batuk. Baru-baru ini gue nyari-nyari lagi tentang itu, banyak penelitian yang udah lebih maju. Peneliti National Heart and Lung Institute (tentu di London, bukan Jepara, Bukit Tinggi, atau daerah Indonesia lainnya) ngebandingin efek CODEINE (bahan dasar kebanyakan obat batuk) dan THEOBROMINE (kandungan dalam cokelat). Ternyata, cokelat mencegah batuk 33% lebih efektif dari obat batuk kebanyakan!

(eat that, mommy. still laff u though!)

Nah, banyak-banyak aja makan cokelat kalo lagi batuk, tapi jangan cokelat asal. Pastiin itu cokelat yang PURE DARK CHOCOLATE, jangan MILK CHOCOLATE karena kandungan Theobromine-nya udah jauh berkurang. Dosis Theobromine yang dianjurkan itu sekitar 1000 per hari, alias sekitar 2 ons cokelat (450 mg Theo dalam 1 ons cokelat). Berlebihan sih, tapi bisa dicicil selama 3 hari-an gitu juga boleh. Tenang aja, cokelat (meskipun banyak yang bilang punya efek kayak kafein) gak nyebabin ngantuk!  Ups, iklan …

Dark choco kesukaan gue itu merek LINDT, lempengan tipissss gitu. Enak buat ngemil dlm kelas.  Wkwkwk…

I am teacher, I am student,
I am faith and evolution.
[mattie JT stepanek]

7 Komentar

  1. AnakPintar said,

    Juli 11, 2008 pada 8:15 am

    HAH? bikin batuk dan kantuk? sejak kapan? Hahaha. tertipu ibu.

    saya dari kecil sudah pintar. jadi gak tertipu.

  2. katie4zee said,

    Juli 13, 2008 pada 11:52 am

    @anakpintar
    u know my mommy,
    dya itu tough liar.
    kikikik.

    iya deyh, yg pintarr..

    *jewer kuping
    cubit pipi
    tusuk pantaaat!

  3. warmorning said,

    Juli 14, 2008 pada 7:41 am

    ….yg aye tau coklat bikin MOOD, salam kenal neng🙂

  4. katie4zee said,

    Juli 14, 2008 pada 7:45 am

    @warmorning

    it is,
    konon mengandung endorfin,
    yang bikin orang mellow,
    jadi endorsing…
    hehehe…

    makanya valentine ngasii cokelatt.

  5. go why said,

    Juli 21, 2008 pada 5:42 am

    g tw knp 2x pcran ngrh coklat pzt dputusin.

    and skg gak gak mau lg bw coklat

    cukup bunga asli aj lbh murah
    cm Rp3.500 udh trmsuk plastk, pita merah+pembungkus koran.

    hemat kn.

  6. go why said,

    Juli 21, 2008 pada 5:42 am

    g tw knp 2x pcran ngasih coklat pzt dputusin.

    and skg gak gak mau lg bw coklat

    cukup bunga asli aj lbh murah
    cm Rp3.500 udh trmsuk plastk, pita merah+pembungkus koran.

    hemat kn.

  7. katie4zee said,

    Juli 22, 2008 pada 3:24 pm

    @go why
    weleh,
    kalo saya sih lebih milih cokelat.
    dulu dikasii bunga,
    malah dimakan kelinci saya. ^^


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: