Rambut

HAIR
Malam ini aku menyapu helaian rambut yang berguguran,
entah itu rambutku, atau juga rambutmu.
entahlah.
nampak sama.
aku tidak pernah mengerti pasangan yang menggugat kesetiaan karena helai rambut yang tertinggal,
mereka semua tampak sama.
mungkin mereka mengukurnya dengan penggaris nanometer.
terserah mereka.

kau tergopoh membawa lap pel.
kau bilang sia-sia menyapu rambut tanpa mengepelnya.
dan kau pun menyeka setiap inci kamar,
meraup tiap helai rambut yang meliuk di lantai.

malam itu kita bercinta.
memang menyenangkan rasanya,
bercengkrama di atas ubin bersih yang dingin.
film yang diputar di layar kecil itu
tidak mengalihkan perhatianku dari tanganmu yang mengelus kepalaku.

ternyata rambut kembali menguasai keramik putih yang baru kau pel dengan cermat.
seakan mereka memiliki jiwa sendiri,
dan bosan bersemayam di kepala kita.
proses pun berulang,
kali ini tanpa bercinta.

keesokan malamnya aku membungkus rambutku,
dan rambutmu,
dengan plastik kedap pembungkus makanan.
setidaknya besok pagi aku tidak harus menyapu lagi.

Bandung, 9 November 2010.
Sampo anti rontok itu berdusta.

1 Komentar

  1. zezeza said,

    November 8, 2010 pada 7:53 pm

    bgus rambutnya

    hehe, makasih mas.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: