Perubahan

Tidak pernah terlintas bahwa tawamu semakin berubah,
lebih keras, lebih riang, namun juga lebih gugup.

Tidak pernah terlintas bahwa genggaman tanganmu sudah berganti pola,
lebih erat, lebih hangat, namun juga lebih bergetar.

Semua tanda terasa bisu; mungkin karena acuhku, mungkin karena sudah sifatmu.
Keduanya hal yang membuat kita padu tanpa banyak ini itu.

Kupikir akan ada riak api menari berkelebatan di kepala, atau nada surgawi yang melayang turun di antara kita.
Seperti saat kedua kita bersua, seperti itulah puncak rasa yang seharusnya.

Kau tahu kompleksitas bukanlah hal yang kusukai dan misogyny sangat kubenci.
Maka kau tidak berlutut memintaku membuatmu utuh; kau menggandengku sejajar.
Sama tinggi, sama rendah.
Sama takut dan sama butanya terhadap langkah yang harus dilakukan selanjutnya.

Tak masalah.
Keutuhan menuntut pembelajaran.
Toleransi menerima kesepakatan demi kesepakatan; menganggap cacat laku jadi kewajaran, dan polah lugu jadi kenangan.

Tidak ada drama sebelum dan di saat segala yang ingin dipintakan berhasil diungkapkan, maka sewajarnya tidak ada drama selama jauh masa kebersamaan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: