When I Got Over My Ex, I …

Entah kenapa banyak yang curhat kepada saya soal mantannya, soal cintanya yang hancur berkeping-keping, soal pacarnya yang berselingkuh, soal pria incarannya yang tidak juga menampakan sinyal. Terkadang saya ingin menjerit : “I’m not signing up to be your Aunt Agony !”, bukan karena saya tidak mau mendengarkan keluh kesah sahabat, tapi karena saya tidak mau melontarkan jawaban yang menyakiti hati mereka. Dan sayangnya, hanya itu lah jawaban yang (kebanyakan) benar, kejujuran itu memang selalu merupakan pil pahit.

Tapi beberapa pertanyaan dapat saya jawab tanpa harus menggunakan sembilu dan mengorbankan sekotak tisu.  Salah satunya : “Bagaimana kamu tahu kamu sudah melupakan mantan kekasihmu ?”

1. Sangat jelas, kamu tidak lagi merasa kehilangan dia.  Kamu tidak lagi memikirkan sedang apa dia saat kamu sedang sendiri, kamu tidak lagi menangis memikirkan apa yang bisa kalian wujudkan andai kalian tidak berpisah, dan hal-hal galau yang dialami orang putus cinta lainnya.

2. Kamu MEMAAFKANNYA, atau setidaknya MERELAKAN KESALAHANNYA.  Kamu tidak lagi mengumpat di jejaring sosialmu tentang dirinya, dan terutama kamu cukup dewasa untuk menerima kembali permintaan pertemanannya.

3. Kamu tidak lagi melompat setiap ada yang menyebut namanya, atau melihat fotonya yang terselip, atau status update-nya yang muncul di halaman Facebook kamu.

4. Sangat wajar jika ada rasa aneh melihat dia sedang bersama pacar barunya, ini bukan kecemburuan karena kamu masih ingin memilikinya, tapi sekedar rasa bersaingmu terusik.  Namun jika kamu terdorong untuk menjelek-jelekkan sang pacar baru, ini tanda bahwa kamu masih merasa sedikit posesif.  Dewasalah, cukup berikan dia selamat dan restu semoga berbahagia.

5.  Last but not least, kamu merasa nyaman dengan pasangan barumu.  Jika kamu sendirian, ada kemungkinan bahwa ada sedikit mekanisme pembatasan diri dari dirimu sehingga orang sulit mendekati kamu, kemungkinan karena rasa terikatmu dengan mantan.  Sekalipun kamu berpasangan, bukan berarti kamu telah melupakan mantanmu.  Saat kamu merasa nyaman dengan pasangan barumu, saat kamu tidak lagi membandingkannya dengan mantanmu, saat kamu tidak lagi berpikir bahwa pacarmu bukan sekedar tropi yang menunjukkan bahwa kamu telah bertahan dan mendapat yang lebih baik dari mantanmu … itulah saat kamu benar-benar melupakan si dia yang telah berlalu.

Forgetting The Ex(es)

and trust me, I got over mine too 😀

Iklan

TYPE of BOYS, which are you??!

Sejak salah satu temen gue jadian, gue terpikir sebuah teori gila tentang cowok. Apalagi banyak cowok yang curhat susah dapet cewek, padahal dengan rasio yangg ada sekarang, tambah lagi dengan banyaknya GAY, ada sekitar 8 cewek untuk setiap satu cowok di dunia!

But why oh why??

Jawabannya simpel, krn cara mencari cinta tiap cowok itu beda, dan gue menggolongkannya dalam dua tipe yang umum, melalui senjata. Kenapa senjata??? Soalnya keren aja gitu, cowok banget. Lagian sudah terlanjur khan kita pake istilah “nembak”?

Cinta itu MEDAN TEMPUR, Jendral!!!

Apa ajakah senjata yang mewakili tipe lelaki? (selain rudalnya tentunyah. uhu)

Ada dua macam, saudara dan saudari sebangsa setanah air sekalian, yaitu:

1. MACHINE GUN

Machine gun; fully automatic, efficient and can be used for genocide.

Jelas aja, senjata ini punya rifle cartridge yang punya puluhan, bahkan ratusan peluru di dlmnya. Kalo dipicu, derererererererererererererereerererre… Baca entri selengkapnya »

tips buat para JOMBLO

Gak usah percaya buku self-help, isinya pengalaman si pengarang yang cuma pacaran sama suaminya yang sekarang ato cewek yang udah banyak mantannya, menandakan dia udah banyak gagal dalam pacaran. Logis aja, iya khan?

Banyak mantan, berarti banyak gagal. Dikit mantan, berarti gak laku (mungkin). Bagusnya mantannya medium aja, bu. Baca entri selengkapnya »

Akhirnya Menemukan Sang Pangeran, Tapi Ternyata Gue Bukan Cinderella

***

I’ve found my Prince Charming,

but I’m not his Cinderella

***

Kemaren adek gue ngomong dia ngedenger ituh dari quote FS temennya. Kinda tragic, tapi selama ituh ini sering banget terjadi. Ketemu orang yang tepat buat lo, but honey, lo bukan orang yang tepat buat dia. Sum people face it bravely, yang laen tenggelem dalam nestapa… (ceileh!)

Ini mayoritas terjadi koq, bukan cuma kamu. Kita bangsa Timur sih, cewek cuma bisa ngasih sinyal, bukan ngejer, that’s why sometimes we don’t get what we want. Cowok bisa aja ngejer-ngejer kita ke ujung dunia sambil nyanyi-nyanyi “Won’t Go Home Without You” dengan kualitas yang jauh di bawah Adam Levine tapi tetep ngeluluhin hati kita, untung bukan Adam Levine yang ngejer-ngejer gue. Hahaha…

Kenapa ya bisa gitu?

Baca entri selengkapnya »