Akhirnya Menemukan Sang Pangeran, Tapi Ternyata Gue Bukan Cinderella

***

I’ve found my Prince Charming,

but I’m not his Cinderella

***

Kemaren adek gue ngomong dia ngedenger ituh dari quote FS temennya. Kinda tragic, tapi selama ituh ini sering banget terjadi. Ketemu orang yang tepat buat lo, but honey, lo bukan orang yang tepat buat dia. Sum people face it bravely, yang laen tenggelem dalam nestapa… (ceileh!)

Ini mayoritas terjadi koq, bukan cuma kamu. Kita bangsa Timur sih, cewek cuma bisa ngasih sinyal, bukan ngejer, that’s why sometimes we don’t get what we want. Cowok bisa aja ngejer-ngejer kita ke ujung dunia sambil nyanyi-nyanyi “Won’t Go Home Without You” dengan kualitas yang jauh di bawah Adam Levine tapi tetep ngeluluhin hati kita, untung bukan Adam Levine yang ngejer-ngejer gue. Hahaha…

Kenapa ya bisa gitu?

Mungkin aja khan kita memang Cinderella yang tepat buat dia, tapi kita gak sempet tau. Ada juga yang berhasil mendapatkan Prince Charmingnya, tapi sang pangeran malah jatuh cinta sama Snow White, atau Belle, atau Sleeping Beauty (yang gue yakin kalo ciuman hawa naga banget, secara dia tidur mulu) dan menyadari putrinya bukanlah Cinderella, atau sekedar pengen nyicip ngebelai rambut Rapunzel sesaat alias selingkuh. Sedangkan untuk para putri, cuma ada satu Prince Charming buat mereka.

(Maklum, para pangeran itu gak seterkenal putrinya, jadi mereka cuma disebut Pangeran Tampan alias Prince Charming, mungkin aja Prince Charming di setiap cerita itu orang yang sama. Bayangin berapa kali dia ganti cewek.)

Ah, gue seumur hidup ini cuma beberapa kali suka sama seseorang dan cuma tiga kali jatuh cinta in kinda first sights tanpa berhasil jadian. Gue tipe cewek yang percaya simpati, rasa suka biasa, dan perhatian yang sekedarnya bisa tumbuh jadi cinta. Makanya gue gak pernah jadian sama orang yang gue suka. Gue suka semua mantan gue, gue suka pacar gue sekarang, tapi rasa suka itu baru muncul waktu PDKT, bukan pada waktu gue mengenal mereka. Ato pada kasus cowok gue sekarang, rasa suka itu justru ada waktu gue gak tau dia, as someone invisible whose name I don’t even know.

Tapi toh, sekarang gue lagi jatuh cinta dan sayang banget koq sama cowok gue, mulai ngerancang pernikahan dan sebagainya. Dan gue menyadari, mungkin Cinderella nggak berjodoh sama Prince Charming. Mungkin dia lebih jatuh cinta sama cowok yang sering nongkrong di mall tempat dia beli sayur, ato cowok temen sekolah dia, ato cowok yang tetanggaan sama ibu tirinya. She just don’t realize it dan terlalu terpana sama istilah “prince charming” karena hal itu bisa juga ngasih dia gelar “princess”, bahkan “queen” suatu saat nanti.

Intinya girls, jadi Cinderella tanpa embel-embel princess sekalipun bakal tetep bikin lo seorang Cinderella. Gak semua dari kita bisa dapet “Prince Charming” dan gue juga gak mau dapet Prince yang sekedar Charming, berhenti dong nyari cowok yang tepat. Yang disebut Mr. Right itu bukan orang yang sempurna, bukan orang yang memenuhi kriteria kamu, tapi seseorang yang melengkapi kamu. Dia disebut Mr. Right because he’s the right piece of your puzzle, bukannya the perfect puzzle yang gak perlu dilengkapi lagi. Belajar mempelajari Mr. Maybe di depan kamu, bahkan seorang Mr. Maybe pun bisa berubah jadi Mr. Right kalo kamu udah sadar.

***

..this Cinderella doesn’t need Prince Charming,

she’s in love with her .. Prince, handsome, but not really Charming (LOL) ..

7 Komentar

  1. cumiasoy said,

    Juni 5, 2008 pada 4:52 pm

    seandainya ce yang gue suka baca postingan lw ini,,apakah kiranya dy akan membuka hatinya buat gue????

    halah,,, bahasa gue..
    tinggi banget..

    ^^

  2. katie4zee said,

    Juni 6, 2008 pada 11:39 am

    @cumi
    haha..
    mungkin bisa.
    tinggal perjuangan kamoo ajah.

    tapi selamadd menikmati kehidupan yah,
    karena “happily ever after” itu
    cuma milik cinderella, puteri tidur, en pangeran2nya.
    kalo kita cuma bisa menghadapi
    “happily temporarily after”
    ahahahahaa…

    tapi mudah2an gagg yah.
    aminnd..

  3. go why said,

    Juli 22, 2008 pada 8:19 pm

    hmm
    no body perfect.
    [bnr g si bhs gw]

    hrgai sseorg stiap jengkalx dlm
    klebhn+kkurangn.

    nothing MR.RIGHT in this world
    just MR.WISE yg qt bthkn tuk mmimpn bgs ini.

    tegas, bijaksan dan konsisten..

  4. katie4zee said,

    Juli 23, 2008 pada 10:27 am

    There is Mr Right kalo kata akko sih,
    yg gagg ada itu Mr Perfect. ^^

  5. tasya said,

    September 28, 2010 pada 4:30 pm

    two words : LOVE IT !

    uuuh, bahasa gue masih ababil abis =.=

  6. Armeyn said,

    Oktober 11, 2010 pada 4:40 am

    “Dia disebut Mr. Right because he’s the right piece of your puzzle, bukannya the perfect puzzle yang gak perlu dilengkapi lagi.”

    Anjrit. ini dalem benerrrrrrr…😀
    ijin kutip diganti sedikit yah.. ^_^


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: