Terlewat

Tidak ada yang menyalahkan sajak takabur yang gagal menyampaikan implisitas afeksi yang terkubur.
Terungkap ketika ia telah mati terbujur.
Serba terlanjur.

Sebab esensi resistansi atas sebuah titipan asa akan selalu terbungkam dalam sangsi.
Bukan sesuatu yang dapat direduksi menjadi satu deduksi.

Tidak ada jawaban manunggal tentang sebab-sebab kisah yang terpenggal.
Seperti memperdebatkan gugurnya daun yang masih sekal; karena angin yang bertiup atau karena pohon tak lagi menginginkan ia tinggal.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: