Jarak

Aku menatap lurus entah kemana ketika kamu kembali berceloteh tentang hal-hal yang tidak aku pahami.
Tentang perempuan yang katamu kamu cintai.
Tentang hubungan yang katamu tidak kamu nikmati.
Tentang keinginanmu bertahan yang bagiku nisbi.

Aku pernah mendengar cerita ini sebelumnya.
Bukankah baru minggu lalu?
Ah sejak bertahun-tahun lalu juga cerita ini sudah jadi benalu.
Parasit yang memangsa kafein yang kusesap dari bercangkir-cangkir kopi yang kau pesankan supaya aku kehabisan alasan untuk mengalihkan percakapan.

Semua sudah menjadi rutinitas bagiku.
Kau bilang, ini seperti deja vu.
Menyesap kopi yang tidak sepahit akhir cintamu, katamu.
Entahlah.
Bagiku ini hanya repetisi kegilaanmu yang sepertinya menjadikan sakit hati menjadi candu.

Miris, karena bagiku setiap awal hubunganmu adalah antisipasi akan rasa-rasa perih yang nyaris pasti terjadi.
Kamu dipatahkan satu, maka kamu mencari seribu replikanya untuk mengganti.

Kurasa memang sudah takdir bintang untuk senantiasa direngkuh kegelapan.
Matahari tidak pernah terlihat indah ketika langit terang.
Aku tidak mau benar-benar mengurusi serakan kegilaanmu, maka aku hanya diam dari kejauhan.
Menatapmu dari balik cangkir kopi seakan aku peduli.

Manusia tidak peduli apa yang dirasakan oleh bintang yang berpijar jauh disana ketika dia perlahan membakar dirinya sendiri menuju kepunahan.
Karena itulah cara hidup bintang, mati dalam diam supaya dapat menunjukan keberadaan.

Kamu adalah bintang yang kupilih untuk kucintai.
Berpendarlah, seperti airmatamu yang tertahan dalam pantulan pekat kopi.
Cukup dari jauh saja, sekedar supaya pesonamu tidak mati.

Listening into another Bjerre’s depression with a cup of coffee in my hand. Ah, I love this man’s pain.

2 Komentar

  1. Rangga's RAP said,

    Februari 3, 2014 pada 9:49 pm

    apa adanya, lugas. bagusss


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: