Unending Love – Tagore

Ini adalah salah satu puisi yang (masih) (selalu) saya suka.  Puisi ini jadi terkenal karena dibacakan Gregory Peck di pemakaman Audrey Hepburn. Di bawahnya terjemahan kasarnya aja, maaf kalau jadi kurang puitis. Namanya juga usaha.

Gambar

Cinta Tanpa Akhir
Sepertinya sudah tak terhitung cintaku padamu,
dalam berbagai bentuk, dalam berbagai kesempatan,
dalam kehidupan sesudah kehidupan, dalam masa sesudah masa, selamanya.

Hatiku yang termantra telah berulang kali membuat untaian kidung,
yang kau terima sebagai sebuah hadiah,
dan kau lilitkan di lehermu dalam berbagai bentukmu.
Dalam kehidupan sesudah kehidupan, dalam masa sesudah masa, selamanya.
Tiap kali kudengar sejarah lama tentang cinta, tentang rasa sakit yang lama,
tentang kisah kuno perpisahan atau kebersamaan.
Selagi aku menatap dan menatap ke masa lalu, kau muncul di akhirnya.
Dibalut dalam cahaya bintang penunjuk arah yang menembus gelapnya waktu.
Kau menjadi gambaran sesuatu yang diingat selamanya.
Kau dan aku telah mengapung kesana dan kemari
dalam arus yang mengalir dari sumbernya,
di dalam inti waktu, cinta dari seseorang kepada seseorang lainnya.

Kita telah berlakon bersama dengan jutaan pecinta lainnya,
berbagi rasa manis malu-malu yang sama dalam pertemuan,
tangisan putus asa yang sama dalam perpisahan.
Cinta lama, namun dalam bentuk yang terus terbarui dan terbarui selamanya.
Hari ini ia menumpuk di kakimu,
menemukan akhir di dalam dirimu,

Kasih tiap-tiap manusia baik di masa lalu dan selamanya;
Suka cita yang universal, pilu yang universal, hidup yang universal.
Kenangan semua cinta menjadi satu dengan cinta satu milik kita,
dan dengan setiap lagu para pujangga di masa lalu dan selamanya.
Iklan

Kutu Buku Mati Kutu

Huhuhu..

Saya baru-baru ini banyak beli buku. Siapa sih yang bilang membaca itu hobi yang murah ??  Gila tuh, jatah beli buku ngalah-ngalahin jatah makan, khususnya jatah makan gue. Entah kenapa bulan April banyak buku bagus yang terbit bareng, menyambut kelahiranku kah?  Apa gue harus berenti baca buku?

Oh no no no way. Hanya karena mahal, gak berarti gue mati kutu; kejer diskonan, nabung kek, minjem kek, ya-toya-toya-toya-toya???!

Dulu gue disuruh baca sama Papa, katanya biar PINTAR (terbukti, kosakata gue lumayan banyak, bisa dibilang lebih banget dari rata-rata dan mendukung gue untuk mengarang indah di tiap ujian). Kata mama, biar punya hobi yang irit.  Ya dulu, 1000 perak juga udah kenyang baca buku. Kayak Cardcaptor Sakura aja, labelnya masih 7500, dan itu belum lama lho, waktu gue SMP. Gue malah punya Doraemon dengan harga 500 perak saja, dan gambarnya masih amit-amit. Doraemonnya macam gepeng.

Waktu memulai hobi baca gue, sebagai anak sulung dalam keluarga yang relatif masih amat sangat baru, gak ada bacaan apa-apa yang menarik bagi anak baru lulus TK (omg, bayangin imutnya akkoh!), di rumah cuma ada buku-buku hukum kakek, buku ekonomi nyokap, dan buku-buku aneh si Papa tentang budidaya sesuatu, jamur merang misalnya. Btw, buku itu pernah gue praktekin pake rumput ilalang en jamur oncom, hasilnya adalah cairan luar biasa yang bisa tercium dari jarak 10 meter sebagai bau campuran dari oncom basi dan rumput lapuk, hanya saja dengan fermentasi lebih lanjut. Buku itu sesat, men. (lho?!)

Baca entri selengkapnya »