Krakatau Night Fashion Show by BRIZKIE – Krakatau Festival 2014

Siapa yang belum lihat foto-foto Krakatau Night 2014 dalam rangkaian penutupan Krakatau Festival 2014?

Ini foto-fotonya. Sempat mengira acara ini open for public eyes dan semua fashionista Bandar Lampung bisa menikmatinya, tapi ternyata khusus undangan ya. Yah, yasudahlah, mungkin eksklusifitas memang masih jadi kebutuhan. Terus terang, panitianya masih banyak kurangnya dibanding lebihnya, terutama di bagian prepping, information, scheduling, dan lain-lain, tapi mungkin karena faktor pengalaman.

Misalnya, I’m a part of the show, tapi gak dikasih daftar itinerary jelas. Gak dapat seat, we just wait in the room. Sejujurnya ini aneh, karena desainer itu bukan entertainer, tapi creative entrepreneur. Waktunya banyak yang mulur dari jadwal. Desainer gak bisa menentukan sequence model yang keluar, dan siapa pakai baju yang mana. Model masih kurang profesional dari segi waktu, manners, stances, juga postur. But yeah, they’re not models, professionally, they’re Muli Lampung. Kalau di Jakarta, itu sejenis None Jakarte gitu. Tapi banyak Muli yang masih baru dan pelajaran modelling-nya mungkin masih belum tamat banget. Who am I to whine. I can’t even walk straight.

Tapi overall, I enjoy the night quite much. Silakan dinikmatin baju kasual ready-to-wear dengan sentuhan sulaman Tapis cantik dari kami. It was a wonderful evening and the poolside of Sheraton Hotel Bandar Lampung helped the ambience. I want to make it look chic and simple, and modern-ish, so the models walked along with L’Apputamento by Ornella Vanoni and Carmen Consoli serenading in the background. Sempet nanya dapat musik apa waktu sedang latihan blocking (yang baru dilakukan 2-3 jam sebelum acara), dan panitia cuma mangap-mangap aja, so I whipped this song quickly because I always had this secret ambition to have this song on one of my show. Felt like I’ve brought Lampungnese Tapis to some Italian riverside. Happy feels.

Untuk yang mau lihat langsung, kami ada gelaran di Jakarta akhir Oktober 2014 nanti. Stay in tune.

BRIZKIE by Zea Zabrizkie

BRIZKIE by Zea Zabrizkie

BRIZKIE by Zea Zabrizkie

BRIZKIE by Zea Zabrizkie

BRIZKIE by Zea Zabrizkie

Tribuana Ardhia Garini, Runner Up 1 Putri Pariwisata Indonesia 2013, hosting Krakatau Night wearing BRIZKIE by Zea Zabrizkie's 2013 collection.

Tribuana Ardhia Garini, Runner Up 1 Putri Pariwisata Indonesia 2013, hosting Krakatau Night wearing BRIZKIE by Zea Zabrizkie’s 2013 collection.

BRIZKIE by Zea Zabrizkie

BRIZKIE by Zea Zabrizkie

BRIZKIE by Zea Zabrizkie

BRIZKIE by Zea Zabrizkie

With Mr. Sapta Nirwandar, the Vice Minister of Ministry of Tourism and Creative Economy of. The Republic of Indonesia.

BRIZKIE by Zea Zabrizkie

visit our site and follow our IG @zeabrizkie for fashion stuffs!
150525113058_newlogo-POLKAlight

Perubahan

Tidak pernah terlintas bahwa tawamu semakin berubah,
lebih keras, lebih riang, namun juga lebih gugup.

Tidak pernah terlintas bahwa genggaman tanganmu sudah berganti pola,
lebih erat, lebih hangat, namun juga lebih bergetar.

Semua tanda terasa bisu; mungkin karena acuhku, mungkin karena sudah sifatmu.
Keduanya hal yang membuat kita padu tanpa banyak ini itu.

Kupikir akan ada riak api menari berkelebatan di kepala, atau nada surgawi yang melayang turun di antara kita.
Seperti saat kedua kita bersua, seperti itulah puncak rasa yang seharusnya.

Kau tahu kompleksitas bukanlah hal yang kusukai dan misogyny sangat kubenci.
Maka kau tidak berlutut memintaku membuatmu utuh; kau menggandengku sejajar.
Sama tinggi, sama rendah.
Sama takut dan sama butanya terhadap langkah yang harus dilakukan selanjutnya.

Tak masalah.
Keutuhan menuntut pembelajaran.
Toleransi menerima kesepakatan demi kesepakatan; menganggap cacat laku jadi kewajaran, dan polah lugu jadi kenangan.

Tidak ada drama sebelum dan di saat segala yang ingin dipintakan berhasil diungkapkan, maka sewajarnya tidak ada drama selama jauh masa kebersamaan.

Unending Love – Tagore

Ini adalah salah satu puisi yang (masih) (selalu) saya suka.  Puisi ini jadi terkenal karena dibacakan Gregory Peck di pemakaman Audrey Hepburn. Di bawahnya terjemahan kasarnya aja, maaf kalau jadi kurang puitis. Namanya juga usaha.

Gambar

Cinta Tanpa Akhir
Sepertinya sudah tak terhitung cintaku padamu,
dalam berbagai bentuk, dalam berbagai kesempatan,
dalam kehidupan sesudah kehidupan, dalam masa sesudah masa, selamanya.

Hatiku yang termantra telah berulang kali membuat untaian kidung,
yang kau terima sebagai sebuah hadiah,
dan kau lilitkan di lehermu dalam berbagai bentukmu.
Dalam kehidupan sesudah kehidupan, dalam masa sesudah masa, selamanya.
Tiap kali kudengar sejarah lama tentang cinta, tentang rasa sakit yang lama,
tentang kisah kuno perpisahan atau kebersamaan.
Selagi aku menatap dan menatap ke masa lalu, kau muncul di akhirnya.
Dibalut dalam cahaya bintang penunjuk arah yang menembus gelapnya waktu.
Kau menjadi gambaran sesuatu yang diingat selamanya.
Kau dan aku telah mengapung kesana dan kemari
dalam arus yang mengalir dari sumbernya,
di dalam inti waktu, cinta dari seseorang kepada seseorang lainnya.

Kita telah berlakon bersama dengan jutaan pecinta lainnya,
berbagi rasa manis malu-malu yang sama dalam pertemuan,
tangisan putus asa yang sama dalam perpisahan.
Cinta lama, namun dalam bentuk yang terus terbarui dan terbarui selamanya.
Hari ini ia menumpuk di kakimu,
menemukan akhir di dalam dirimu,

Kasih tiap-tiap manusia baik di masa lalu dan selamanya;
Suka cita yang universal, pilu yang universal, hidup yang universal.
Kenangan semua cinta menjadi satu dengan cinta satu milik kita,
dan dengan setiap lagu para pujangga di masa lalu dan selamanya.

Dealing With Death

Beberapa hari yang lalu, beberapa rekan menulis twitter tentang seorang sesama alumnus. Twitternya berupa testimonial dan doa yang baik-baik sekali, kupikir si fulan berulangtahun. I refreshed the timeline, untuk make sure, mana tahu ternyata dia hendak menikah atau hal-hal lain. Dan tweet paling atas di linimasaku adalah: “RIP @radiktapawanto”.
Syok? Tentu saja.

Saya tidak dekat dengan beliau ini, tapi sering bertegur sapa, dan entah bagaimana orang yg saya kenal ada saja yg berhubungan dengan almarhum.
Saya tanya rekan seperantauannya, “Dit, berita soal Mbor beneran?”, sang rekan balas bertanya, “Mbor kenapa?”. Ya, kepergian beliau ternyata diakibatkan kecelakaan di lokasi kerja, mendadak sekali, dan setelah kami bertelepon, sang sahabat panik menelpon ponsel almarhum, lalu keluarganya, yang kemudian mengkonfirmasikan kebenaran berita tersebut. Baru saat itulah saya berucap, “innalillahi wa innaillaihi rajiun.”

Beliau adalah pribadi yang hangat dan lembut. Di semester awal saya kuliah, mendadak dia menyapa saya, “lo pasti temennya Hida yg pernah ikut summer travel juga, pasti, soalnya nama beginian gak banyak nih.” Waktu itu saya tertawa dan mengiyakan.
Saya bukan orang yang supel, lingkaran pertemanan saya tidak banyak. Beliau ini termasuk seseorang yang aktif dan populer, namun hingga hari terakhirnya di kampus, jika kami berpapasan, dia selalu menyempatkan menyapa saya. Setelah kami lulus, beliau sering menyapa melalui media sosial.

Saya tidak pernah dekat dengan Radikta, Mbor, Dito, atau apalah panggilan akrab kalian kepada si supel periang satu ini, tapi manusia pun toh tidak perlu dekat dengan matahari untuk merasakan kehangatannya.
Kepergian beliau membuat saya berpikir, apakah orang lain akan mengingat saya sehangat mereka mengingat beliau? Semoga ya, semoga.

See you on the other side, dude. May you wait in peace.

May It Be

Tidakkah kamu lelah selalu menarikan tinta menjadi guratan cinta?
Sadari bahwa luka tidak banyak terjadi dalam alur komedi.
Kamu menyakiti diri, menjadikan perasaan orang lain menjadi sebuah ekspektasi.

Bukan korban perasaan namanya, kamu itu korban khayalan.
Khayalanmu sendiri pula.

Selamat bulan Mei, wahai hati-hati yang masih sendiri.

Swadaya

Raga yang dititipkan kepadamu belum hendak menjejak riak kefanaan dengan ringkih,
maka halangilah jiwamu merasa purna akan usia.

Tiap-tiap perkara yang terhanyut bersama waktu pada akhirnya akan menepi,
lelah menari bersama arus,
meraba citra elusif tentang mimpi yang dahulunya berkibar sebelum akhirnya angin meracau mati tepat di tepian buritan.

Tapi bukankah imaji di kepalamu masih nyata menderu?
Berhenti bersimpuh,
saat kau tertunduk mendamba kembalinya asa yang sekian lama menjadi cecapan tempatmu bergelayut menengadah,
maka dunia akan menginjakmu.
Masamu melaju bukan semata karena optimisme dan puja-puji,
melainkan karena kamu belum berhenti mencoba terus melangkah.

Berdirilah, beri lindap di atas mereka yang menghalangi cahayamu.
Karena kamu masih sempat menjadi lebih hebat.
Umurmu, toh, baru dua puluh empat.

Happy Birthday, ARALE!

Mereka bilang, "sebaiknya mulai sekarang lo dipanggil "Arale"",
seperti karakter kartun itu.
Aku bilang, "terserahlah".
Tiga minggu kemudian, mereka bawakan aku kue
yang tidak bertuliskan nama asliku.
Dasar gila,
makanya rasanya sulit untuk tidak tertawa saat bersama mereka.

HANGOUT SPOT: Cabe Rawit

Cabe Rawit adalah tempat nongkrong favorit saya sejak pertama kali menginjakan kaki saya di Universitas Padjadjaran. Ate my first lunch as university student there. Dan mengalami kejambretan pertama kali juga disana, gak di kafenya sih, tapi waktu lagi jalan kesana. Anyway, cabe rawit ini berlokasi gak jauh dari kampus tercinta saya itu, sekitar 200 meter, jadi tinggal jalan kaki. Alamatnya di Jalan Teuku Umar No. 7. Kalo kamu kebetulan ada di Jalan Dago, nah, Jalan Teuku Umar ini diapit di antara FO Jet Set dan FO Grande. Kalau kamu belok dari arah itu, Cabe Rawit ada di sebelah kiri, bersebrangan dengan Galeri Lukis Ikatan Pelukis Wanita Indonesia dan Lapangan Sepakbola Coblong.  Ada juga cabang lain di seberang Universitas Parahyangan Ciumbeleuit.

View Depan

Disini menunya variatif, ada tradisional, Western, dan Chinese. Setau saya, menu yang di Teuku Umar lebih komplit dibandung yang di Ciumbeleuit, tapi ada banyak renovasi dan update, jadi saya gak tau apakah sekarang juga masih beda. Menu Tradisional yang wajib dicoba tuh Sop Iga, seger dan porsinya masuk akal. Mungkin kalau buat cowok, nasi putih yang dibentuk tumpengan mini ini kurang, tapi buat saya sih cukup banget.  Ada juga menu-menu ala carte seperti Kangkung Hotplate yang yummy banget dengan telur puyuh dan potongan daging sapinya.
Sop Iga

Favourite meal? Nasi Timbel Mbok Berek. Lengkap, banyak, mengenyangkan. Isinya lengkap, nasi putih yang ditimbel (dibungkus dalam daun pisang), ikan asin renyah, tempe dan tahu goreng, dilengkapi sambal dan lalapan. Gak lupa, ada semangkuk kecil sayur asem yang seger buat pelengkap. Nyam banget kalo dinikmati di jam makan siang setelah 4 SKS yang melelahkan (curcol detected).  Di bulan puasa, kafe ini juga menyediakan buffet di jam buka yang biasanya langsung rame diserbu karena tempatnya cozy, tajilnya free, dan harga buffet-nya masih sesuai sama uang jajan mahasiswa, jadi sebaiknya tag tempat langsung setelah shalat Ashar, sekitar jam 5-an sudah harus ada di tempat atau reservasi aja dari siang.

Nasi Timbel

Di kafe ini ada banyak camilan yang bisa dipesen untuk ngobrol-ngobrol kece. Misalnya keju gulung, bala-bala, omelet, tahu pletok, dst.  Dan minumannya juga oke.  Salah satu kesukaan saya itu Chocovendish, jus pisang dicampur cokelat. Saya bukan tipe yang hobi diet, jadi kadang sekali minum dua gelas aja. Hahaha .. Favorit yang lain itu Lychee Elixir, es teh sirup leci dan buah leci diaduk jadi satu. Nyam nyam nyam, I’m a sucker for iced flavored tea.

Lychee Elixir

Kafe ini gak terlalu populer kayaknya di luar lingkungan Dipati Ukur atau Ciumbeleuit dan sekitarnya, saya kurang ngerti kenapa, padahal makanannya enak dan tempatnya nyaman.  Tapi entah kenapa ada aura yang mencerminkan bahwa kafe ini memang lebih cocok untuk keluarga, ini sih kesan yang saya tangkap di cabang Dipati Ukur, apalagi dengan banyaknya pengunjung yang kelihatan sudah dewasa.  Kalau cabang Ciumbeleuit, dipenuhi anak muda dan harganya juga lebih murah dari cabang Dipati Ukur.  But it really is a place to eat conveniently, dan saya suka sikap pelayannya yang tegas soal pembagian seat smoking dan non-smoking. Jadi, kalo ke Bandung, coba nyicip makan disini yaa 😉

View Dalam

By the way, tulisan soal Siete Cafe sudah diperlengkap. Check it out!
visit our site and follow our IG @zeabrizkie for fashion stuffs!
150525113058_newlogo-POLKAlight

FOOD JOURNEY: Starbucks Coffee

Siapa sih yang gak tau Starbucks? (Kalo ada, maaf banget ya. But seriously, watch TV or read modern books). Starbucks Corporation adalah sebuah perusahaan Amerika yang secara global mengelola puluhan ribu gerai kopi di seluruh dunia; tepatnya 20,366 gerai yang tersebar di 61 negara,  termasuk 13,123 gerai di Amerika Serikat sendiri, 1,299 di Kanada, 977 di Jepang, 793 di Inggris, 732 di Cina, 473 di South Korea, 363 di Mexico, 282 di Taiwan, 204 di Filipina, 164 di Thailand dan 3 di India.

Logo Starbucks Pertama

Logo Starbucks Pertama

Starbucks pertama kali buka di Seattle, Washington, tertanggal 30 Maret 1971, dan masih berpusat disana. Pendirinya sendiri adalah Jerry Baldwin yang merupakan guru Bahasa Inggris, Zev Siegl yang merupakan seorang guru Sejarah, dan Gordon Bowker yang merupakan penulis. Awalnya, perusahaan ini akan dinamakan Pequod, seperti nama kapal penangkap paus di dalam novel Moby-Dick, tapi nama ini ditolak. Wajar sih, susah diingat kan?

Starbucks New

Logo Starbucks Pasca 1987

Perusahaan ini tetap berpatokan pada novel Moby-Dick, dan akhirnya dinamakan Starbuck seperti nama Kelasi Kelas Satu yang bertugas di Pequod. Starbuck sendiri digambarkan sebagai kelasi yang bijaksana dan intelektual dari Nantucket. Starbuck diceritakan telah menikah dengan seorang putra sebelum menjadi kru kapal Kapten Ahab. Starbuck pernah berselisih dengan Kapten Ahab, disalahkan meski yang dilakukan Starbuck justru adalah hal yang benar.  Akhirnya, Starbuck berbalik berkhianat kepada Ahab yang dianggapnya terlampau terobsesi kepada paus yang mereka kejar.  Tidak ada kaitan antara Starbuck dengan kopi, meski beberapa orang bersikukuh mengatakan bahwa Starbuck adalah kelasi pecinta kopi.

Starbuck
Starbucks menyediakan berbagai jenis minuman dari kopi, susu, buah, dan teh, panas ataupun dingin, dengan beragam pilihan kudapan. Favorit saya? Mocca Frappucino tanpa whipped cream yang didampingi dengan Cheese Puff renyah.  Starbucks juga terkenal dengan konter musik dunianya. Sebelum berkontrak dengan Apple iTunes, Starbucks biasanya menjual CD musik-musik tradisional dunia di kasir-kasirnya.  Setelah berkontrak dengan iTunes, musik yang ditawarkan Starbucks pun jadi lebih beragam. Tidak ketinggalan juga berbagai merchandise, seperti tumbler, coffee pot, dan terutama boneka beruang mereka yang terkenal, didandani sesuai musim.  Starbucks juga menjual kopinya, yang berbentuk biji, ataupun yang sudah digiling.  Bagi yang tidak memiliki penggiling, langsung minta kasir untuk menggilingkan di tempat.

My Mocca Frappucinno
Di Indonesia sendiri saat ini sudah berdiri sekitar 125 gerai Starbucks. Pertama kali dibuka di Plaza Indonesia, sesuai plakatnya ini.  Sebelumnya, Starbucks sudah lama mengimpor kopi dari Sumatra dan Sulawesi dan hingga saat ini masih salah satu menu andalan Starbucks.  Gerai kopi yang memiliki logo bergambar Siren (sejenis putri duyung, digambarkan cantik dan pandai bernyanyi) ini juga sekarang menyediakan kopi siap saji dalam kemasan yang bisa kita beli di berbagai department store.

Plakat Starbucks di Plaza Indonesia

Sering bingung dengan istilah yang digunakan di Starbucks? Pelajari list di bawah sebelum kamu berangkat kesana bareng teman atau gebetan and avoid the shame. Yang pertama adalah mengenai UKURAN. Di Starbucks, mereka gak menanyakan small, medium, atau large. Meski mereka tetap mengerti kalau kamu gunakan istilah ini pun, ada baiknya kamu menghapal juga istilah yang mereka gunakan yang berasal dari Bahasa Italia.

  • Demi‘Demi’ sendiri, uniknya, bukan berasal dari Bahasa Italia, melainkan Bahasa Perancis yang artinya ‘setengah’.  Ini adalah ukuran terkecil di Starbucks yang biasanya digunakan untuk Espresso.  Espresso standar biasanya hanya disajikan dengan ukuran satu ons, tapi ‘Demi’ di Starbucks menampung tiga ons atau setara dengan 89 mL Espresso.
  • Short‘Short’ adalah istilah orisinil gerai Starbucks yang menampung delapan ons atau 240 mL yang merupakan jumlah standar kopi yang biasa kita minum di rumah dengan cangkir kita sendiri.  Karena ukuran ‘Demi’ hanya digunakan untuk Espresso, bisa dibilang ini ukuran terkecil di Starbucks.
  • Tall‘Tall’ juga istilah orisinil Starbucks yang lain, dan disetarakan dengan ‘small’, yang mengimplikasikan ‘Short’ adalah ‘Extra Small’. Makanya, kalau kamu memesan dengan bilang ‘small’, ada kemungkinan kamu malah dikasih ‘Tall’  dan terpaksa menghabiskan 12 ons atau 350 mL kopi. Baca entri selengkapnya »

Improvisasi Negatif

Lekuk nada suaramu tak mampu kucacah belakangan ini.
Mendadak segala kisi yang sering kamu isi ke ruang telaahku tak pernah menjadi sesuatu yang lekat untuk kemudian aku cerna.
Mendadak segala tentang kamu menjadi asing.
Mendadak segala rasa di antara kita menjadi kering.

“.. champagne supernova in the sky ..”

Salah Satu

Kamu adalah salah satu yang mengerti
betapa kata-kata dapat menyesatkan rasa,
maka kata tidak pernah jadi bagian besar dalam reaksi kosmik antara kita.

Kamu adalah salah satu yang mengerti
betapa rasa dapat terlarut dalam waktu,
maka kamu tidak pernah menuntut kepastian
yang hanya akan diutarakan dengan ragu.

Kamu adalah salah satu yang mengerti
bahwa waktu selalu akan menjadi misteri,
maka kamu tidak pernah melalui saat bersama tanpa berhati-hati.

Kamu adalah salah satu yang mengerti,
dan di saat kamu tidak bisa, kamu berusaha menerima.
Maka nanti ada waktunya kamu menjadi satu-satunya.

Gambar

See you next year, my own August Rush.

« Older entries