Sarapan Hati

Pagi ini aku makan roti.

Tahukah kamu, sebelum diberi ragi, adonan roti ini kecil, diam, dingin, dan tak mampu berkembang?

Genggaman tanganmu yang pertama bereaksi seperti ragi kepada harapan yang terdiam meragu, membuatnya hangat, mekar, dan melimpahi kamu dengan nutrisi nurani hingga saat ini.

7 Komentar

  1. iwariot said,

    Mei 9, 2013 pada 8:25 pm

    hati-hati mba zea jangan kebanyakan Ragi nanti bisa jadi tapešŸ˜€
    singkong yang keras aja bisa jadi lembek hehešŸ˜€

    • Mei 10, 2013 pada 7:44 pm

      Yg dikhawatirkan mengenai rasa yg diberi ragi adalah bukan takut dia terlalu mengembang sehingga lembek, tapi takut dia terlalu terfermentasi lalu menjadi manis memabukan. Duh duh duuuuh. >_<

  2. Roy Saputra said,

    Mei 13, 2013 pada 10:53 am

    simple yet touching.

    salam kenalšŸ™‚

  3. evakasih said,

    Mei 17, 2013 pada 5:26 am

    aset yang paling berharga dalam diri kita adalah karakter kita

  4. lumansupra said,

    Oktober 7, 2013 pada 2:06 am

    masik belum nyambung q..

    *dingdungtoettoed

    • Oktober 16, 2013 pada 8:30 am

      ahaha, gpp, mas.
      mungkin kondisinya yg blm relatable.
      #lho #disepak


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: