Dealing With Death

Beberapa hari yang lalu, beberapa rekan menulis twitter tentang seorang sesama alumnus. Twitternya berupa testimonial dan doa yang baik-baik sekali, kupikir si fulan berulangtahun. I refreshed the timeline, untuk make sure, mana tahu ternyata dia hendak menikah atau hal-hal lain. Dan tweet paling atas di linimasaku adalah: “RIP @radiktapawanto”.
Syok? Tentu saja.

Saya tidak dekat dengan beliau ini, tapi sering bertegur sapa, dan entah bagaimana orang yg saya kenal ada saja yg berhubungan dengan almarhum.
Saya tanya rekan seperantauannya, “Dit, berita soal Mbor beneran?”, sang rekan balas bertanya, “Mbor kenapa?”. Ya, kepergian beliau ternyata diakibatkan kecelakaan di lokasi kerja, mendadak sekali, dan setelah kami bertelepon, sang sahabat panik menelpon ponsel almarhum, lalu keluarganya, yang kemudian mengkonfirmasikan kebenaran berita tersebut. Baru saat itulah saya berucap, “innalillahi wa innaillaihi rajiun.”

Beliau adalah pribadi yang hangat dan lembut. Di semester awal saya kuliah, mendadak dia menyapa saya, “lo pasti temennya Hida yg pernah ikut summer travel juga, pasti, soalnya nama beginian gak banyak nih.” Waktu itu saya tertawa dan mengiyakan.
Saya bukan orang yang supel, lingkaran pertemanan saya tidak banyak. Beliau ini termasuk seseorang yang aktif dan populer, namun hingga hari terakhirnya di kampus, jika kami berpapasan, dia selalu menyempatkan menyapa saya. Setelah kami lulus, beliau sering menyapa melalui media sosial.

Saya tidak pernah dekat dengan Radikta, Mbor, Dito, atau apalah panggilan akrab kalian kepada si supel periang satu ini, tapi manusia pun toh tidak perlu dekat dengan matahari untuk merasakan kehangatannya.
Kepergian beliau membuat saya berpikir, apakah orang lain akan mengingat saya sehangat mereka mengingat beliau? Semoga ya, semoga.

See you on the other side, dude. May you wait in peace.

6 Komentar

  1. Raf said,

    Mei 18, 2013 pada 4:32 am

    Memento mori, fella.

  2. Raf said,

    Mei 29, 2013 pada 10:30 pm

    Oh iya, kurang fokus bacanya. Bukan, kenal pun nggak. Hanya merasa simpati aja. Jadi semacam reminder juga buat saya yg masih idup🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: