Memoar Troya

Kemarin aku diserang kenangan-kenangan yang kukira sempat lekang.
Apa yang kuduga akan menjadi sekumpulan nostalgia mengenai masa-masa bahagia, kemudian berubah layaknya Kuda Troya.

Semula semua tentangmu hanyalah eulogi, serangkaian kata-kata merdu menyanyikan kecermelanganmu.
Aku lupa, eulogi adalah biografi, opini yang berakhir seiring habisnya linimasamu untuk menari.
Kehampaan dunia yang kehilangan kamu sempat lama terpias, dan riuh rendah kembalinya sempat membuatku terhenyak.
Tercekat dan sesak.

Karena setelah banyaknya masa-masa untuk rasa-rasa fana yang ria, pada akhirnya yang paling kuingat adalah rasa pahit ucapan selamat tinggal yang tertinggal di ujung cecap lidah, vokalisasi perpisahan tidak pernah sempat untuk saling kita ucap.

What a waste that even when the time comes for us to meet once again, we won’t recognize each other.

4 Komentar

  1. Iwa Riot said,

    Mei 3, 2013 pada 11:15 am

    sedih deh bacanya

    • Mei 3, 2013 pada 11:39 am

      Karena aku pun sedih, menulis karena inget temen baik yang gak sempat merasakan jadi remaja :’)

      • Iwa Riot said,

        Mei 3, 2013 pada 11:51 am

        O, gitu mba
        Iwa do’ain deh semoga dia diterima disisi-NYA
        dan di tempatkan diSurga-NYA ..Amin

      • Mei 4, 2013 pada 7:28 pm

        Amiiin.
        Makasih, IwašŸ˜€


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: