Kalkulasi

Keramik-keramik persegi berjajar melantaikan putih di alur yang biasa kita jajaki.
Halus, mulus, berkilauan.
Waktu aku masih baru berhenti menyusu dari kelenjar ibuku, kupikir semua kisah picisan Adam dan Hawa akan sama lurusnya.

Hari-hari lugu semacam itu sudah menjadi gagu.
Skeptisme menggantikan binar mata bocah yang pernah bermimpi menari di atas bulan.
Waktu terlalu lama mengkhianati, mengkikis ari yang tanpa disadari membela diri.
Menebal, membatu, berhenti mempercayai.

Karena semua api akan selalu padam, bahkan matahari.
Karena semua kesenangan akan selalu lekang, semata sejenak menghampiri.
Isi kepalaku selalu mereka skenario terpahit, mengantisipasi kuyup di mata, rasio-rasio gila mengenai bagaimana nanti caraku memindai punggungmu saat kamu berlalu.

Your presence is too perfect to be real sometimes. Good things always come to an end, especially when they are too good to be true. But just stay. Stay, and I will try to believe.

2 Komentar

  1. evakasih said,

    April 27, 2013 pada 3:32 am

    aset yang paling berharga dalam diri kita adalah karakter kita


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: