HANGOUT SPOT: Cabe Rawit

Cabe Rawit adalah tempat nongkrong favorit saya sejak pertama kali menginjakan kaki saya di Universitas Padjadjaran. Ate my first lunch as university student there. Dan mengalami kejambretan pertama kali juga disana, gak di kafenya sih, tapi waktu lagi jalan kesana. Anyway, cabe rawit ini berlokasi gak jauh dari kampus tercinta saya itu, sekitar 200 meter, jadi tinggal jalan kaki. Alamatnya di Jalan Teuku Umar No. 7. Kalo kamu kebetulan ada di Jalan Dago, nah, Jalan Teuku Umar ini diapit di antara FO Jet Set dan FO Grande. Kalau kamu belok dari arah itu, Cabe Rawit ada di sebelah kiri, bersebrangan dengan Galeri Lukis Ikatan Pelukis Wanita Indonesia dan Lapangan Sepakbola Coblong.  Ada juga cabang lain di seberang Universitas Parahyangan Ciumbeleuit.

View Depan

Disini menunya variatif, ada tradisional, Western, dan Chinese. Setau saya, menu yang di Teuku Umar lebih komplit dibandung yang di Ciumbeleuit, tapi ada banyak renovasi dan update, jadi saya gak tau apakah sekarang juga masih beda. Menu Tradisional yang wajib dicoba tuh Sop Iga, seger dan porsinya masuk akal. Mungkin kalau buat cowok, nasi putih yang dibentuk tumpengan mini ini kurang, tapi buat saya sih cukup banget.  Ada juga menu-menu ala carte seperti Kangkung Hotplate yang yummy banget dengan telur puyuh dan potongan daging sapinya.
Sop Iga

Favourite meal? Nasi Timbel Mbok Berek. Lengkap, banyak, mengenyangkan. Isinya lengkap, nasi putih yang ditimbel (dibungkus dalam daun pisang), ikan asin renyah, tempe dan tahu goreng, dilengkapi sambal dan lalapan. Gak lupa, ada semangkuk kecil sayur asem yang seger buat pelengkap. Nyam banget kalo dinikmati di jam makan siang setelah 4 SKS yang melelahkan (curcol detected).  Di bulan puasa, kafe ini juga menyediakan buffet di jam buka yang biasanya langsung rame diserbu karena tempatnya cozy, tajilnya free, dan harga buffet-nya masih sesuai sama uang jajan mahasiswa, jadi sebaiknya tag tempat langsung setelah shalat Ashar, sekitar jam 5-an sudah harus ada di tempat atau reservasi aja dari siang.

Nasi Timbel

Di kafe ini ada banyak camilan yang bisa dipesen untuk ngobrol-ngobrol kece. Misalnya keju gulung, bala-bala, omelet, tahu pletok, dst.  Dan minumannya juga oke.  Salah satu kesukaan saya itu Chocovendish, jus pisang dicampur cokelat. Saya bukan tipe yang hobi diet, jadi kadang sekali minum dua gelas aja. Hahaha .. Favorit yang lain itu Lychee Elixir, es teh sirup leci dan buah leci diaduk jadi satu. Nyam nyam nyam, I’m a sucker for iced flavored tea.

Lychee Elixir

Kafe ini gak terlalu populer kayaknya di luar lingkungan Dipati Ukur atau Ciumbeleuit dan sekitarnya, saya kurang ngerti kenapa, padahal makanannya enak dan tempatnya nyaman.  Tapi entah kenapa ada aura yang mencerminkan bahwa kafe ini memang lebih cocok untuk keluarga, ini sih kesan yang saya tangkap di cabang Dipati Ukur, apalagi dengan banyaknya pengunjung yang kelihatan sudah dewasa.  Kalau cabang Ciumbeleuit, dipenuhi anak muda dan harganya juga lebih murah dari cabang Dipati Ukur.  But it really is a place to eat conveniently, dan saya suka sikap pelayannya yang tegas soal pembagian seat smoking dan non-smoking. Jadi, kalo ke Bandung, coba nyicip makan disini yaa😉

View Dalam

By the way, tulisan soal Siete Cafe sudah diperlengkap. Check it out!
visit our site and follow our IG @zeabrizkie for fashion stuffs!
150525113058_newlogo-POLKAlight

2 Komentar

  1. Iwa Riot said,

    Maret 13, 2013 pada 4:02 pm

    Sop iga’y emm enak banget keliatannya..😀


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: