Kepada Nada

Kecewa mampu mengurai nada satu-satu menjadi sendu dari masa yang kamu rajut dari air mata.
Ingatkah kamu saat semua rima masih menjadi harmoni?
Aku tidak.

Kidung yang biasa kamu lantun berubah jadi minor seiring mendung, maka liriknya pun terlupa.
Percuma meski kamu berusaha mengajarkan lantunnya kembali, karena terhadap kamu satu lah aku menjadi tuli.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: