Ringkasan Hal-Hal Yang Belum Kuucap

Ada tekad yang terlalu malam, lalu rasa yang terlalu pagi. Terang terbit meleburkan mereka menjadi biru.
Menjadi duka. Menjadi abu.
Menjadi kecewa.

Mulanya kupikir aku dapat mengatasi semuanya, hingga pada saat akhirnya kita kembali bersua. Hasrat ingin memelukmu, seolah dunia menyempit dan hanya cukup untuk disinggahi bila kita saling merengkuh, begitu menggebu hingga mengalahkan insting dasarku untuk bernafas dengan wajar.
Ternyata aku terlalu rindu, setelah sekian lama terlalu bangga untuk menyapa.

Ini bukan cinta. Bukan.
Ini adalah harapan yang terjebak dalam siklus repetisi dekonstruksi dan rekonstruksi seiring perpisahan dan pertemuan kita.
Kamu tahu. Kamu mengerti. Tapi memilih untuk mendiamkan.
Maka rasa itu aku endapkan, berharap ampasnya akan mengering dan hanyut sebagai debu seiring waktu.

Gambar

You're still the songs I sing in the car about. Haha. Yeah.

3 Komentar

  1. Eva said,

    Oktober 18, 2012 pada 6:51 am

    Have a good day yah …

  2. Eva said,

    November 6, 2012 pada 6:28 am

    Terima kasih atas konten dan info yg menarik dan menginspirasi….thk u


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: