Me-Ji-Ku-Hi-Bi-Ni-U

Ada kalanya matahari mengintip sebelum hujan berakhir.
Sang surya sedang bernyali.
Sesekali dia cukup berani untuk memperlihatkan pelangi sebelum hujan pergi.

Seandainya dulu aku tahu kamu tidak lama berderai,
pasti aku juga menunjukkan lengkung spektrum perasaanku lebih awal.
Sekarang kamu harus menunggu sampai hitung mundur nafasku berakhir
supaya kamu bisa melihat untai prisma tujuh warna
yang belum sempat kupiaskan di cakrawalamu.

Gambar

Maaf. Maaf. Maaf. Maaf aku terlambat.

2 Komentar

  1. chemud said,

    Juli 31, 2012 pada 11:18 pm

    Rasanya rainbow tak lagi menarik semenjak wabah cake mulai merambah, mungkin lebih menarik sekarang mendengar kata pelangi.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: