Resolusi Ramadhan

Menyambut Ramadhan dan Idul Fitri itu gak jauh beda sama menyambut Tahun Baru, orang-orang berlomba-lomba menyiapkan resolusi. Padahal bulan Syawal dan Bulan Muharram dipisahkan jarak 2 bulan (kalender Hijriyah), tapi rasanya suasana Tahun Baru-nya curi start. Sebelum tanggal 1 Ramadhan pun, resolusi mulai dirancang, setelah tanggal 1 Syawal, diharapnya beberapa di antaranya sudah terlaksana dan mungkin ada juga yang diharapkan berkesinambungan. Biasanya berhubungan dengan Ibadah sih.

Resolusi yang cukup umum misalnya berniat lebih rajin shalat, berniat khatam Al Qur’an, berniat puasa tanpa bolong-bolong, lebih banyak sedekah, dan seterusnya (ini contoh resolusi yang gue banget). Padahal ibadah itu bukan cuma yang keliatan seperti itu saja. Coba sesekali resolusi Ramadhannya macam ini :

  • Berniat lebih sedikit terpaksa berbohong. Kalo yang hobinya bohong, jangan pakai kata ‘terpaksa’. Kalau terpaksa, artinya ada keadaan yang membuat kita kepepet untuk berbohong, entah untuk kepentingan diri sendiri atau orang lain. Mending kalo bohongnya bohong yang baik, kalau bohongnya mencelakakan orang lain kan amit-amit. Nah, semoga Allah SWT menghindarkan kita dari kondisi-kondisi seperti ini. Kalau bisa kita juga jangan sampai membuat pilihan bertindak yang menimbulkan kondisi semacam itu.
  • Berniat lebih ingat Allah SWT dan Rasulullah dibanding pacar dan jadwal tayang drama seri di televisi. Kebanyakan manusia lebih ingat hal-hal yang duniawi dibanding Allah. Mikirin pacar bisa sampe kelebet kebelet, SMS juga bisa 5 menit sekali. Tapi untuk mengingat Allah, sekedar untuk berucap Subhanallah, Alhamdulillah, atau Astagfirullah atas kejadian-kejadian kecil sekitar kita pun lupa. Coba setiap kali kangen sama pacar, sebelum SMS berucap dulu: “Alhamdulillah ya sudah dianugrahi perasaan yang semanis ini.”
  • Berniat jadi orang yang lebih peduli. Peduli itu bukan sekedar melempar koin ke tadahan orang-orang di lampu merah. Coba kadang-kadang disedekahkan doa juga. Gue kadang marah ngeliat orang yang sehat wal afiat, tapi masih aja ngemis. Nah, mulai Ramadhan ini, mau dicoba kurangin ngedumel dan diganti mendoakan mereka, “semoga mereka sadar mereka bisa mencari nafkah dengan cara yang lebih baik, dan semoga jalan itu dimudahkan.”
  • Berniat jadi orang yang tidak terlalu Riya. Ini sulit kan bagi generasi media sosial ? Rasanya dengan berbagi hal-hal yang gue niatin untuk jadi resolusi aja udah riya banget. Tapi mari dicoba sama-sama, saling mengingatkan, “HEI KAMU ! Itu kamu yang disana stop update status setiap kali selesai ibadah! “

Semoga resolusi Ramadhan kali ini bertahan lebih lama dari resolusi Ramadhan-Ramadhan sebelumnya bagi yang resolusinya sering terlupakan setelah sebulan dua bulan (apa ini cuma dialami ane ya, gan ??!), tapi bagi yang resolusinya (Alhamdulillah) selalu bertahan dan berkelanjutan, semoga resolusinya mengalami hal yang sama tahun ini.

Marhaban ya Ramadhan.
Selamat menjalankan ibadah puasa, rekan-rekan bloggers🙂

Gambar

4 Komentar

  1. Juli 19, 2012 pada 5:14 am

    mantapppp dah resolusi zea

  2. ohmay said,

    Agustus 15, 2012 pada 5:01 pm

    HUH dalam,saya juga takut kalo niatnya update status untuk menyebarkan kata – kata “memuji ALLAH” malah nanti kena RIYA,mending hati saja yang berbicara.

    • Agustus 15, 2012 pada 5:17 pm

      Kalau niatnya mengingatkan sesama Muslim, Insya Allah niat baiknya diterima ya, mas🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: