HANGOUT SPOT: Siete Cafe

Sudah lama gak ke Bandung, akhirnya saya bisa balik lagi ke Bandung tanpa harus mikirin beres-beres kosan atau ngerjain tugas yang belum sempet dikerjain sepanjang liburan. I’m officially a tourist now.  Untungnya, dua adik saya masih kuliah di Bandung, di fakultas yang sama dengan saya, di kosan lama saya pula.  Maka sebagai culinerd sejati, selama saya menginap, saya mencari-cari informasi soal tempat nongkrong baru. And they took me to Siete Cafe.

Siete Menu
Siete Cafe ini lumayan baru, buka di sekitar tahun 2011-2012 kayaknya, pokoknya after I graduate.  Tempatnya cozy dan menawarkan wi fi gratis. Berlokasi di antara UNPAD dan ITB, kafe ini jadi sasaran mahasiswa-mahasiswi yang demen nongkrong sampe ketiduran di kafe.  Alamatnya di Jalan Sumur Bandung Nomor 20.  Buat yang gak hafal nama jalan dan gak terlalu bisa memanfaatkan google maps seperti saya, silakan cari McD Simpang yang lokasinya adalah ke arah atas dari Kartika Sari. Kalau kamu sudah melihat McD simpang ini, siap-siap belok kiri di perempatan yang letaknya memang di kedua sisi McD Simpang Dago (now you know where they get the name). Setelah belok, arus akan membawa kamu untuk belok lagi ke kiri. Slow down, karena gak jauh dari situ, ada kafe bernuansa putih-biru yang merupakan highlight kita kali ini. Siete Cafe.

Siete Wide Window
Interior Siete Cafe ngingetin kita sama navy and sailor, the classic blue and white plus furnitur kayu.  Ada spot yang saya suka banget; wooden bench, dilengkapi bantal-bantal putih empuk, yang menempel di jendela besar. Cocok untuk duduk rumpi, baca buku, bikin tugas, foto-foto dan kegiatan pengunjung kafe lainnya.

Medalion

Tentunya kita gak mampir kafe cuma untuk liat-liat kan, this isn’t museum. So, we raided the menus. Dari menu appetizer, saya suka banget Tomato Soup-nya yang milky dan cheesy, padahal saya bukan penggemar tomat. Kebetulan nyicip punya adik, dan ternyata luar biasa enak, apalagi sambil dicelup sama crouton alias potongan roti panggang. Chicken Wings-nya juga oke untuk penggemar sayap ayam renyah, tapi saya kurang suka karena dilumuri saus BBQ. Gak ada yg salah dengan saus mereka ini, tapi di resto manapun itu, saya memang gak suka saus barbecueMain course yang dimakan hari itu macam-macam. Ada Entrecote Steak, konon menu ini diminta pertama kali oleh Lady Diana di Buckingham, isinya adalah Mashed Potato, tenderloin yang disiram mushroom sauce, lalu cauliflower dan brokoli yang di-blanch sampai matang. Ada juga Beef Medalion dengan tiga pilihan saus; BBQ (again!), mushroom, dan satu lagi saya lupa namanya, tapi ini signature sauce-nya grill menu Siete. Seandainya mereka punya blackpepper sauce, pasti lebih enak, kaerna menurut saya tiga saus ini terlalu blend buat mendampingi menu yang juga blend ini.  Tapi, mashed potato mereka boleh diacungi jempol.  Nah, adik saya sendiri memesan Chicken Curry yang rasa karinya ringan dan lembut, seperti kari-kari ala Melayu atau Thailand, bukan kari India yang kadang terlalu kaya rasa di lidah saya.

Strawberry Frio
Bandung selalu punya tempat istimewa untuk makanan manis, di Siete juga ada menu yang bikin saya penasaran. Cheesecake in a can. Cheesecake ini ada berbagai rasa, dan harganya start 22000, bisa makan on the spot atau dibawa pulang.  Minuman segar yang ada di foto saya ini namanya Frio, pada dasarnya adalah Iced Flavored Tea. Yang saya pesan ini Strawberry dan Peach. Untuk Strawberry Frio, ada potongan strawberry dan selasih di dalamnya. Untuk Peach Frio, ada potongan peach kalengan di dalamnya. Seger dan dikemas dengan menarik.

Cheese

Overall, rate saya untuk kafe ini 3,5 dari 5.  Harganya affordable, sekitar 6000-80000 rupiah, dan tempatnya cozy and clean.  Tempat parkirnya lumayan menampung, space kafe juga luas dengan musik lounge asik dan akustik ruang yang mendukung. No wonder, konser mini Sungha Jung diadakan disini.  Pelayanannya cepat dan ramah, dan memiliki EDC berbagai bank, didukung juga sama interior yang oke.  But seriously, dude, makanan disini gak terlalu mengenyangkan.  Memang enak, tapi porsinya tanggung. Lebih cocok untuk jam brunch (antara sarapan dan makan siang) atau coffee break, atau supper (sebelum atau sesudah makan malam), dan bukan untuk jam makan utama.  Jadi, lebih cocok untuk bener-bener hangout atau nge-date dibanding untuk benar-benar cari makan. Have fun at Siete, then, folks!

3 Komentar

  1. hanhan said,

    Juli 13, 2012 pada 8:19 am

    Kunjungan balik…..

    Wah… sepertinya tempat yang menarik untuk dikunjungi, kalau sempat lewat Bandung mampir ah…. hehe

  2. Maret 11, 2013 pada 5:02 pm

    […] By the way, tulisan soal Siete Cafe sudah diperlengkap. Check it out! […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: