Euthanasia

Saya hidup di antara bani yang tidak lagi peduli,

tidur beralas mimpi-mimpi yang sudah mati,

menjalani hari dengan imaji-imaji yang mulai letih menanti realisasi.

Jadi untuk apa saya merampas nafas dari mereka yang lebih menginginkannya ?

Kuburkan saya jauh di bawah sana karena saya lelah menyeret makam yang tidak semerbak lagi tidak semilir berupa darah di atas dunia.

 

Image

Benarkah ini yang kamu mau ?
Apa di dalam yang baka tidak ada yang bernama problema ?

2 Komentar

  1. Juli 16, 2012 pada 2:30 pm

    daleemm banget…
    mencoba memaknai..
    lanjut baca


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: