Refleksi

Air selalu mengacaukan spektrum cahaya yang dipantulkannya,
semua menjadi baur,
semua menjadi semu.
Langit tidak sama biru,
pepohonan tidak sama tegak,
segala sesuatu menjadi lebih kelabu.

Kamu adalah bidadari yang sedang menatap kejernihannya,
terlanjur terpana,
karena pikirmu demikianlah replika realita.
Air itu adalah kata-kata,
perasaanku adalah objeknya.

Hei, “aku sayang kamu” itu bukan padanan nyata tentang apa yang bergolak di dalam dada saat aku membayangkan senyumanmu.

18 Komentar

  1. fiaz said,

    Juni 29, 2012 pada 3:48 pm

    huh! anak siapa sih kamu, bisa merangkai kata kata bagus. gue jadi susah kan mau komentar apa.. hahaha

  2. Juni 29, 2012 pada 3:51 pm

    Maafin emak saya ya, jadinya begini.
    Hahaha😀

  3. Rangga's RAP said,

    Juni 29, 2012 pada 6:05 pm

    Anak sastra kah ??

    • Juni 30, 2012 pada 3:49 pm

      Anak Hukum, Rangga🙂
      *nunjuk bio

      • asepharyonos said,

        Juli 2, 2012 pada 6:25 am

        Luar biasa kata kata indah ini . sangat teduh dan elegan. I like it so much. Mencerahkan. Blogging berjalan nih hehehe. Salam dari Blogger Pontianak

      • Juli 3, 2012 pada 4:15 pm

        Terima kasih, Mas Asep.
        Semoga blog saya bisa terus mencerahkan🙂

  4. orange float said,

    Juli 2, 2012 pada 2:52 pm

    puisi yg bagus, tak tau harus komen apa lagi🙂

  5. Juli 3, 2012 pada 2:54 am

    Hi Zea, first visit nih…langsung disuguhi rangkaian katah yang indah penuh makna…bakat jd pujangga nih bu calon SH, hehe
    Salam hangat dari Makassar

    • Juli 3, 2012 pada 4:13 pm

      Alhamdulillah sudah SH, Dhymalk.
      Tinggal nunggu tahap berikutnya🙂
      Terima kasih pujiannya.
      Salam hangat dari posisi saya saat ini, maklum, nomaden🙂

  6. jaka said,

    Juli 4, 2012 pada 5:32 am

    ungkapan perasaan pastinya ini ya,,😀

  7. nadiaananda said,

    Juli 4, 2012 pada 5:36 am

    hohoho.. Saat Buka Laptop langsung dah baca artikel yang sangat akurat sekali..🙂

  8. yeyekh said,

    Juli 4, 2012 pada 10:36 am

    Hei , aku sayang kamu..
    mungkin itu bukan sekedar kata, tapi refleksi rasa yang bergejolak didalam dada.

    Salam kenal dari aku ,untuk hati kamu

  9. jay boana said,

    Juli 5, 2012 pada 6:26 am

    puisi itu sulit di ungkap tapi nikmat di tuliskan hehe


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: