Ketika Bersua

Mereka bertatapan di bawah cahaya temaram. Dia tersenyum, maka sang hawa membalasnya.
Mereka berbasa-basi, membincang kabar yang lama tak dicari. Lalu musik mengalun lagi. Mereka terpukau, terpesona lampu yang berkelip di atas kiblat ruangan yang terhipnotis syahdu pelantun kidung. Dia merengkuh sang hawa dari balik punggungnya.
Jantung hawa berdebar dalam kecepatan yang tidak sehat, lalu si dia berbisik: “rambutmu harum malam ini”.
Dia mengecup puncak kepala sang hawa, lalu melepas pelukannya. Sang hawa menatap penuh tanda tanya. Dia hanya berkata: “pacarku menunggu di sebelah sana”.

Dia tersenyum, menepuk kepala hawa yang kini berdetik tanpa kesimpulan, kemudian berlalu tanpa kata lainnya.

Sang hawa hanya menatap punggung mantan kekasihnya yang menjauh, merasa terkhianati … untuk kedua kali.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: