Dendam Manis

Kamu sudah mencuri hatiku.
Maka kemudian aku niatkan untuk membalasmu, aku menguak semak mencari hatimu di antara belukar. Yang kutemukan disana hanya celah hampa yang entah dimana isinya. Tanganku sudah lelah, durimu sudah menuai darah.

Lalu kamu menyapa,
dari rautmu aku tahu kamu telah lama mengawasi polahku.

“Hatiku sudah lama tidak menempati ruang itu.
Dia telah berkelana ke celah lainnya.”

“Dimana.”

“Disana.”

Lalu kamu menunjuk dadaku.

6 Komentar

  1. Juni 21, 2012 pada 12:40 am

    daleeeemšŸ™‚

  2. Juni 22, 2012 pada 9:05 am

    maaf aaku tidak menghancurkan hatimu salam kenalšŸ™‚

    • Juni 25, 2012 pada 6:43 am

      maaf aku tidak sadar sudah membawa hatimu kemana-mana.
      salam kenal jugašŸ˜€

  3. Juli 3, 2012 pada 2:58 am

    so sweet…so romantic…bolehkah sy mengenalmu dgn id “sang pencuru hati? hahahhaa


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: