Di Bulan Juni, Kamu Pergi

Hari ini aku mengunjungi tempat kamu bersemayam untuk pertama kalinya. Sempat terbayang peraduan seindah buaian di masa kita membayangkan surga dengan keterbatasan khayal kita yang duniawi ini, tapi tidak. Yang kudapati adalah tumpukan tanah merah yang mulai mengeras dan jumputan herbal wangi tertebar di sana-sini. Kakak perempuanmu tak kuasa menahan isak dari bibirnya yang persis seperti bibirmu, dan rasanya tadi aku meneteskan airmata yang pertama untuk kamu. Kekasihmu datang bersamaku, dan teman baikmu, dan juga seorang teman baikku.

Kami menyiramkan air di atas makam kamu, apakah curahan itu menyejukkan kamu disana ?
Kami memanjatkan doa untukmu, kawan, apakah itu membantumu menghadapi cecar para penjaga kubur di bawah sana ?
Apabila aku mempercepat prosesku meraih izin menjadi advokat, akankah mereka membiarkan aku membela kamu karena sungguh, kamu salah satu orang terbaik yang aku tahu ?

Ah, seandainya saat ini aku bisa kembali mengulang malam-malam saat kita sering berbalas sapa melalui lubang-lubang kecil yang menyalurkan suara kita ke udara, tentu kamu bisa menjawab pertanyaanku saat ini.

Kami mendatangi peristirahatan terakhirmu kali ini, kawan, tapi bukan terakhir kalinya kami mendatangi kamu. Karena segala tentang kamu, akan selalu terpatri, disini.

Image

Ketika muda, kupikir kita akan hidup tertawa bahagia selamanya.
Ternyata "selamanya" untuk setiap orang itu berbeda-beda.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: