Pekat

Selama ini kamu bening, dan rasanya aku tidak berkeberatan.
Kamu menikmati menjadi sesuatu yang tanpa noda, transparan.

Tapi tidak ada yang bisa membohongi rasa inginnya sendiri,
terutama terhadap segala yang bernaung di bawah bendera kenikmatan.

Maka aku mengotorimu,
menodai dengan segala yang bukan bagian dari kesatuan zatmu.
Akhirnya kamu menjadi keruh, mengental, berputar, dan mengepulkan bau.

Ini kamu yang baru.

Aku tidak yakin aku menyukai bentuk barumu melebihi bentuk lamamu,
tapi saat ini, beginilah kamu yang aku butuh.

Tentang KOPI. Padahal aku sudah cukup insomnia tanpanya.

2 Komentar

  1. fiaz said,

    Juni 13, 2012 pada 4:30 pm

    fase penuh kebimbangan sampai terjadilah yang dinamakan bifurkasi

    • Juni 13, 2012 pada 4:34 pm

      wah macam chaos sekali kalau disebut bifurkasi;
      sekedar penjajahan terhadap air putih kok.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: