Rindu Itu

Rindu adalah prosa-prosa tak kesampaian yang menggenang di tepian kukumu,
namun tinta tak mampu menariknya mengapung ke arah permukaan.
Rindu adalah warna-warna senja yang begitu dekat namun tak mampu dijamah belaian malam.
Rindu adalah mawar-mawar bebas duri, namun tidak juga memberimu wangi.
Rindu adalah sejuta bintang Bimasakti yang cahayanya belaka waktu-waktu yang terdistorsi.
Rindu adalah aku, kamu, dan sesuatu yang manusia ukur dengan rentang kaki.

 

 

Aku, kamu, dan kurang lebih 200 kilometer di antara kita.

4 Komentar

  1. fiaz said,

    Juni 10, 2012 pada 9:00 am

    rindu adalah untaian kata yang tak dapat di dengar kecuali oleh hati kita

  2. yeyekh said,

    Juni 12, 2012 pada 3:07 am

    hey, i miss you..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: