Selamat Pagi, Sunshine.

Matamu sewarna badai pagi ini.
Aku bertanya, “ada apa ?”.
Kamu bersungut,
awan kelabu kembali menggulung dalam inderamu yang paling syahdu itu.
“Seharusnya kamu bertanya, apa yang tidak ada.”

Aku melirik penuh tanya,
dan saat itu dogma bahwa telepati itu tidak nyata mendadak sirna,
karena pada detik berikutnya kamu menjawab pertanyaan sunyi yang kulontarkan;

“Kamu. Mimpiku tadi malam tidak menghadirkan kamu.”

Dan dengan itu,
kamu membuat aku berbinar sewarna matahari yang baru terbit di timur sana.

I miss you too, Sunshine.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: