Pararel

hari ini ibu menyuruhku berdoa,
“berdoalah, nak,
untuk jodoh yang baik,
untuk pekerjaan yang baik,
untuk masa depan yang lebih baik.”

aku pun ingin berdoa,
meminta-Nya untuk menjaga keluargaku,
menjaga bangsaku dari kelaliman saudaranya sendiri,
menyelamatkan saudara-saudaraku dari azab-Nya walau mereka pantas atasnya.

aku hening sejenak,
lalu melanjutkan mengetik tugas akhir ini.

ibu bertanya ;
“cepatnya, nak, untuk doa sedemikian banyak ?”

aku berkata :
“Tuhanku hidup dalam gelombang waktu pararel,
dalam satu detik dia dapat melakukan sejuta hal,
mengawasi milyaran ciptaannya,
dia akan dapat merangkum segala harapku,
dia tahu semuanya,
karena selama ini dia selalu mendampingiku.
Tadi aku hanya memberitahunya bahwa semuanya tidak mungkin tanpa restu-Nya.”

 

Bandung, 9 November 2010.

tundukan kepala sejenak untuk Indonesia.

7 Komentar

  1. santi said,

    November 10, 2010 pada 8:20 am

    nice post…
    kunjungi ini ya..
    klik ini
    thanks

  2. November 11, 2010 pada 2:48 am

    Tuhan maha tahu…tapi kita tidak maha tahu. Bahkan sering kali kita tidak tahu apa yang kita mau, disana pentingnya doa. Untuk memberitahu dan menegaskan pada diri sendiri akan apa yang kita mau.🙂

    • November 11, 2010 pada 6:10 am

      maksud disitu si objek sudah tau apa yg dia mau,
      dia cuma harus meminta🙂

  3. Ayah said,

    November 13, 2010 pada 9:22 am

    Tuhan selalu mendengar doa kita walau dalam hati sekalipun nak..??? semoga apa yang didoakan dikhabulkanNya….amiiiin…salam hangat selalu dari Ayah..yang lama menghilang dari dunia blog kini khan hadir kembali

    amin, Ayah🙂
    welcome back, semoga dunia blog masih tetap sehangat dulu.

  4. Sya said,

    November 20, 2010 pada 5:49 am

    Like this. Ga perlu berdoa banyak-banyak atau bahkan tidak perlu berdoa sekalian. Tuhan Maha Tahu apa yang kita butuhkan, tanpa berdoa sekalipun Dia telah memberikaannya.

    • November 20, 2010 pada 6:55 pm

      Benar, saya ingin manusia jangan mengecilkan Tuhan kalau berdoa,
      jangan pernah berpikir “apa Tuhan akan mengerti” karena dia selalu lebih dari kita.

  5. dedy purwanto said,

    November 6, 2011 pada 3:22 pm

    subhanallah


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: