Saya VERSUS Dunia

Kata rekan saya, saya ini memang sesat, tapi banyak yang bisa dipelajari dari diri saya.

Entah apa maksudnya, saya bukan subjek observasi psikologis, saya tidak mengirimkan written consent. Tapi Facebook membuktikan kelabilan psikologi saya dapat terlihat dari update status (ya, status-status tidak penting itu).  Konon saya, menurut si deskripsi teman, mengalami moodswing yang luar biasa di setiap kalinya.  Selalu sangat senang, sangat sedih, sangat marah, atau sangat kesal.  Bukan perasaan yang setengah-setengah.

Ciri khas berikutnya adalah; mysterious subject.  Sulit menebak apa yang membuat saya senang, sedih, kesal atau marah.  Kecuali pada saat-saat saya menyebut subjek, bahkan melakukan tagging, yang sangat langka juga; kebanyakan hanya untuk menggambarkan kegiatan saya.  Jika ditanya, seringnya marah kepada siapa ?

Astaga, saya sering marah kepada DUNIA !

Maaf jika saya menjeneralisasikan manusia, tapi ya, saya benar-benar marah pada dunia (terkadang).  Pencemaran lingkungan, kerusakan moral, hedonisme, semua.  Saya benci wanita, saya benci pria.  Meski sering dianggap feminis, tetapi sesungguhnya saya MALU pada kaum saya yang tidak mandiri, tidak kokoh itu.  Dibilang tidak feminis, saya BENCI kaum pembela patriarki yang arogan dan tidak rasional.  Ya, saya ingin melawan dunia, setidaknya 98% dunia, bukan karena saya yang paling benar, tapi karena mereka sudah SANGAT SALAH dalam menjalani hidup.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: