If I Were a Boy

WARNING : tulisan ini tidak memiliki fakta ilmiah yang mendukungnya, hanya CURCOL

Cewek adalah makhluk misterius.  Rada aneh juga, soalnya di setiap film, pasti tokoh yang misteriusnya itu cowok, terutama karena cewek terlalu memperlihatkan perasaannya.  Dan gue akuin, almost like 70% girls I know, even speak their minds.  Misalnya adek gue, nah dia ini paling sering ngoceh ga jelas.  Sampe kalo dia lagi mikir audible ga penting kayak “uhyuuuh ~”  atau “kyaamama ~”, dia bisa menyuarakannya walaupun situasinya ga sesuai.  Jarang banget ada cewek yang benar-benar misterius, sekalipun itu gue, yang dijuluki si muka wajan alias ekspresi datar …

Yang paling misterius dari cewek adalah, bagaimana mereka bisa TEGAS sekaligus PLIN PLAN ?

Pernah khan berhadapan dengan cewek yang ngambek dan secara tegas menyuarakan keinginannya ?

Pernah juga berhadapan dengan cewek yang bahkan ga tau mau ngapain saking plin plannya, bukan sekedar bingung ?

Nah, the thing is, BOYS, menurut gue, cewek itu ga pernah tahu mereka itu sebenernya mau apa.  Mungkin mereka pikir mereka menginginkan sesuatu, tapi kemudian rasio mereka yang cuma seuprit ato feeling mereka yang berlebih mengatakan “no, that’s not the appropriate choice” dan mereka mulai bingung lagi memilih dari awal.  Proses ini terus berulang sampai akhirnya mereka pun menanyakan pendapat anda.  Contoh nyata dapat dlihat di percakapan berikut :

(si cewek lagi mikir “aku gendut deh ah”, sambil ngaca.  Rasionya bilang “ah, cuma nambah 2 kilo mah ga gendut”.  Tapi, feelingnya yang lebay bilang, “gila loooo, ini gara-gara cheesecake yang lo makan kemaren.  Siapa suruh makan sampe dua sendok ??!” Si cowok yang ngeliat pacarnya bertampang kusut dengan baik hati bertanya.)

Cowok : “kamu kenapa, yang ?  Kayak yang bingung banget gitu.”

Cewek : “iya niih”  (alis berkerut melototin cermin)

Cowok : “sini dong cerita sama aa’.”  (senyum mesum nyiapin kaki buat mangku)

Cewek : (masih melototin cermin) “aku gendut banget yah ?”

Cowok : “ah, nggak koq, kamu masih cantik.”

Cewek : “aku tuh ga ngomongin soal CANTIK !  aku tuh nanya aku gendut apa nggak, susah banget sih !”

Cowok : “aduh, maaf, yang.  Nggak koq, kamu nggak gendut.”

Cewek : “halah, ga usah ngebohong deh.  Kalo aku nggak gendut kamu tadi nggak akan ngiler ngeliatin si BIPP yang kayak tiang bendera itu.  Udah deh aku sebel sama kamu, sebel !  PULANG SANA !!”

Cowok : ???

Kalo situasi dibalik, dan si cowok jawab “iya, kamu gendut”, akan tercipta sebuah HELL ON EARTH.  Kalau saya pikir-pikir, sebagai wanita saya juga selalu bingung kalau teman saya bertanya demikian dan memilih untuk nyelimur alias mulai ngoceh out of topic.  Entah apa jawaban yang diinginkan si wanita (memposisikan diri sebagai lelaki, dan bingung sendiri).

Banyak topik-topik lain yang lebih gampang dibanding jika rekan wanita anda bertanya soal penampilan.  Misalnya, soal makanan yang akan dimakan, tempat yang akan dituju, rute yang harus diambil, dan hal-hal sepele lainnya.  Ada baiknya anda menanyakan keinginan pasangan anda sebagai basa-basi, namun ketika ia tampak bingung, anda yang harus mengambil keputusan.  Jangan mengejar keputusan dari sang pasangan karena dia lagi “LEMOT mode ON”, dan akan merasa sangat terganggu jika anda melakukan hal itu, meskipun kami semua tahu maksud anda baik.  Agar bisa menuruti keinginan kami sehingga kami senang.  Tapi wanita tidak bisa dipaksa mengambil keputusan instan, that’s the big deal, guys.  Jangan pernah bilang “terserah” kalo wanita anda menjawab pertanyaan anda dengan sebuah pertanyaan lagi, misalnya “kalau menurut kamu?”.  Nah, itu sinyal bagi anda untuk memimpin.  Kesalahan yang biasa dilakukan, misalnya :

Pacar :  “yang, mau makan apa ?”

Gue : “ga tau nih, makan apa yah ?”

Pacar : “ya terserah kamu.”

Gue : “ya aku ga tau, makanya nanya kamu.  Gimana sih ?!”

Nah, selanjutnya akan terjadi ribut dari hal ga penting itu.  Buat gue sih ya, lebih mudah untuk menjawab apa yang ga gue inginkan.  Misalnya :

Pacar : “yang, kamu mau makan nasi goreng nggak ?”

Gue : “nggak ah, nggak mau goreng-gorengan.”  (terdiam, mendadak mendapat ilham) “cari yang kuah-kuah deh, yang.”

Pacar : (tersenyum penuh kemenangan) “iya, cari sop yah !” (sebenernya juga males makan yang kering-kering)

Entah itu trik karena pacar gue udah ngerti banget sama kepribadian gue yah (mendadak ngerasa dibegoin si pacar.  hahaha ..  awas kamu yah !), entah memang begitulah seharusnya memancing wanita membuat keputusan ketika anda sedang bingung juga menentukan pilihan.  Atau ketika anda tidak ingin di-cap sok ngatur, mau menang sendiri, dan seterusnya.

Mungkin hal-hal seperti ini lah yang membuat Allah SWT membuat pria menjadi imam, dan wanita hanya sebagai makmumnya saja.  Wallahu alam ~

4 Komentar

  1. seirra said,

    Oktober 17, 2009 pada 6:01 am

    wauuuu …
    benar-benar kenyataan yang membingungkan (???)
    walau tanpa bukti yang spesifik ,
    ini bisa dijadikan rujukan oleh kebanyakan wanita yang harus mulai bisa memposisikan diri sebagai COWOK !!!!

    pernah jadi pengalaman pribadi yah, mbak ?
    hehehe ..
    mungkin begitu yah ?
    cowok itu egois, tapi cewek itu manja.
    sebenernya dua hal yang sama.
    kenapa ga coba saling menyelami.
    good luck.🙂

  2. Oktober 21, 2009 pada 4:34 pm

    lhoooo lhoooooo koq ada kata terlarang dari jaman hawa makan buah terlarang, lagi ngomongin aku ya
    😳

    perkenalkan, ini pencipta skrip original dialog di atas.
    kurasa dari pengalaman pribadi *wink*

  3. alexcandra said,

    November 3, 2009 pada 1:31 am

    Ini soal apa yang dikedepankan. Cewek lihat uler sepontan langsung ‘njerit’ karena emosinyalah yang pertama kali dikedepankan, nah kalo cowok lihat uler kali langsung diambil trus di makan tuh uler. Yammy…,
    cowok mengedepankan rasionalnya.
    Saya pikir itu naluriah saja, sepokat kenapa cowok yang jadi imam.

    benar sekali.
    dan kebanyakan spontanitas wanita itu merugikan baginya

  4. Juni 9, 2010 pada 1:19 pm

    wanita itu seperti angin yg tak pernah dapat dibaca maunya keinginannya kecuali si kaum Adam telah menyentuh hatinya

    sudah disentuh dan dimiliki pun terkadang masih sulit dimengerti.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: