My ‘feel-good’ Drag

Sebagai wanita sekaligus anak kosan biasa, saya sangat menghargai quality time of being alone.  Banyak sih yang sering bilang saya mengidap autisme karena jarang sekali bergaul keluar, but it’s okay.  Daripada saya mengidap sifilis karena terlalu banyak bergaul.  Hahaha ..

Terkadang saya, meskipun bukan juga tipe yang tidak bisa bergaul, sulit membangun sebuah percakapan yang berlangsung lama.  Salah satunya adalah karena saya malas mengulang-ulang hal yang sudah saya ucapkan, jelaskan, atau tanyakan sebelumnya.  Meminta saya mengulangi sekali, saya artikan anda memang belum menangkap maksud saya.  Dua kali artinya anda memang sedikit terbelakang.  Tiga kali artinya anda menantang pernyataan saya.  Empat kali artinya anda sedang bercanda yang sama sekali tidak lucu dengan saya.  Dan apabila anda berani mengulang untuk kelima kalinya, padahal saya sudah mendiamkan anda dari percobaan ketiga tadi, saya akan benar-benar berfikir anda TULI atau IDIOT.

Belakangan saya menghabiskan waktu menjelajah dunia Body Treatment di Bandung.  It was quite nice actually, cuz I had a lot of fun.  Bisa dipijitin, nyobain kamar mandi mewah, kulit mulus, dan bebas dari gangguan tidak penting orang lain (HORAY !).  For the compliment, saya akan memberikan beberapa rekomendasi tempat bermalas-malasan yang baik.

#3  Healthy Club – Dago

Lokasinya ada di sebelah restoran Thai Palace Dago, yang saya sarankan untuk tidak dimampiri.  Berbeda dengan Thai Palace yang biasa saya kunjungi di daerah Jakarta,  Thai Palace Dago menyediakan makanan tidak enak dengan bahan baku tidak segar (yah, segar juga sih, lumayan) dengan harga yang TIDAK REASONABLE (mempertimbangkan kualitas makanannya).  Saya makan Tom Yam Goong yang sepertinya sudah dipanaskan sekitar dua ribu kali sehingga lima kali lebih asam dari Tom Yam paling asam yang pernas saya makan (dibuat sendiri, terlalu banyak perasan jeruk).

Healthy Club melayani MASSAGE ONLY dengan gaya Thai (aneh juga, karena saya selalu mengasosiasikan Body Spa dengan sebuah complete treatment to one’s body, including scrubbing).  Kemarin saya mencoba Ellement Body Spa, sebuah spa pijet-pijet only dimana minyak aromatherapi yang digunakan disesuaikan dengan bulan lahir kita.  Konon dengan demikian, aura kita juga akan membaik seiring lepasnya pegal-pegal di badan.  Saya yang terlahir pada bulan April mendapat elemen Api, yang ternyata bau minyaknya sangat tidak enak, terlalu herbal.  Saya menolak menggunakan minyak tersebut, dan menggantinya dengan minyak elemen Air yang wanginya lebih ringan.  Tentunya saya tidak mau menghabiskan uang banyak supaya nanti bisa keluar dengan bau seperti baru pijat dengan minyak jahe+sereh di mbok-mbok 30 ribuan.

Ternyata pijat gaya Thai itu berarti badan kita dielus-elus saja di sebuah kamar pribadi yang remang-remang, dan kadang-kadang ditekan di bagian sekiranya darah kita menggumpal (yang membuat pegal).  Pijat gaya ini baik untuk mengantar anak anda tidur, karena nyatanya saya langsung tertidur pulas dengan sukses dengan posisi tengkurap (yang menimbulkan kesulitan bagi si massager saat harus memijat bagian depan tubuh saya).  Setelahnya, kita disuguhi wedang jahe hangat sembari menunggu minyaknya meresap.  Atau bisa juga menjajal mesin sauna yang khusus untuk satu orang saja.  Sebagai penutup, kita bisa mandi di kamar mandi super besar, dilengkapi toilet berair biru, bathub raksasa, dan tentunya air panas.  Semua kebutuhan mandi disediakan termasuk hair dryer, namun anehnya pihak manajemen tidak menyediakan sisir.

Anehnya, disini banyak digunakan pernak-pernik batik.  Apakah Thailand memproduksi batik ?  Seingat saya mereka cuma memiliki sutra yah, dari kunjungan terakhir saya kesana lho (kayak udah berapa kali ke Thailand).  Mungkin alasan estetika saja.  And I gave ’em 3,5 STARS only, karena tempatnya memang luks dan pelayanannya OKE BANGET, sayang pijatannya tidak menghilangkan pegal.  Mungkinkah karena saya salah elemen ?

#2 VINTAGE CHIC SPA Dipati Ukur

Sebuah tempat spa yang dari awal kuliah selalu pengen saya kunjungi.  Ornamen ukirannya bikin saya adem-adem gimana gitu, insting Jawa saya rasanya merembes dari pori-pori (lebay).  Tempatnya yang di pusat kota gampang ditemukan.  Lokasinya lebih mudah dicapai dari Dago.  Masuk Jalan Teuku Umar (antara FO GRANDE dan FO JETSET), cari kafe NGOPI DULU dan CABE RAWIT.  Di antara kedua kafe itu ada jalan, namanya Raden Patah, masuk situ dan lewati sekitar 5-6 rumah dan kita sampai (TADAA!).  Info lengkap, buka link ke website resmi mereka Vintage Chic – Traditional Home Spa.

Ada banyak pilihan perawatan, tapi karena saya sekaligus akan melakukan Hair Spa, saya ambil yang rada ekonomis aja, Whitening Allure Spa.  Prosesnya dimulai dengan bebersihan pake handuk hangat, dan kaki yang membusuk itu disemprot pake Foot Spray-nya Taman Sari.  Dilanjutkan dengan pemijatan pake minyak zaitun.  Setelahnya, kita discrub pake scrub yang wanginya kayak cokelat (nyam !), dan mandi (sendiri lho, ga dimandiin) di bathub yg ditaburin kembang (berasa putri keraton deh).  Saya menutup sesi dengan Hair Spa pake L’oreal, merek kesayangan.  Haha ..

Tempatnya bener-bener vintage (kata temen saya malah rada mistis), penuh dengan ukiran, batik, en aksesori Jawa lainnya.  Ternyata yang punya wong Klaten kooh yah.  Tapi disana ga diputerin lagu Jawa koq, yang diputer tuh album Enya yang, waktu saya disana, A Day Without Rain deh kalo ga salah inget.  Terus didenger dari susunannya, Inspirational Moments II.  Sambil nunggu jemputan, saya disuguhi Rosella Tea hangat yang ga berenti diisi ulang.  Totally Classy.  Kalo di facebook dah saya klik ‘like this’.  Haha ..


#1 HOME SPA

I did it on my own pastinya, menguasai kamar mandi saat tetangga sebelah pergi entah kemana.  Dimulai dengan facial pake modal seadanya :  cungkilan komedo steril, masker Purederm Strawberry Yoghurt, cleansing toner L’oreal, sabun muka L’oreal, pelembab Olay, lip wax Oriflame, pembersih mata+bibir face Shop Rice Extract, en vitamin bulu mata Oriflame.  Lalu dilanjutkan dengan Body Spa, pake apapun yang ada di kamar mandi : sabun Lux Strawberry Kiss, scrub Lux Ginger buat massage, scrub Citra Whitening, Body Shop Strawberry Body Butter, en terakhir BYS Peach Body Butter buat tangan en kaki sekaligus pelembut waktu saya melakukan self meni pedi.  Sebagai penutup, hairspa lagi dooong.  Pake complete hair treatment dari L’oreal seri Cashmere Touch (yang warna pink).  Setelah rambut kering pake hairdryer, jangan lupa semprot Makarizo anti Frizz spray.  Cantik deh (rasanya).  Hahaha ..

Tak kasih bintang 4 buat yang ini, karena ekonomis, sterilisasinya terjamin, en pemijatnya tau banget bagian mana yang butuh dipijat.  Tapi sayangnya, selesai treatment tetep pegel, karena kerja sendiri.😦

3 Komentar

  1. hapsarinity said,

    Februari 5, 2011 pada 6:05 am

    asik banget deh sis kayaknya.. mau coba juga ahh..

    silakan dicobaa😀
    Tapi untuk Vintage Chic, kemarin saya lihat bangunannya sedang direnovasi.
    Entah renovasi, entah pindah sih😦

  2. Fi said,

    Oktober 12, 2011 pada 9:06 am

    mau tau harganya dong… thank u…

    • Oktober 12, 2011 pada 8:09 pm

      Halo, Vi.
      Untuk Vintage Chic, sekarang udah tutup / relokasi, saya kurang tau.
      Untuk Healthy Spa, variatif, dari 60.000 sampai 250.000, tergantung jenis dan durasi.
      Kalau mau cepat tanpa mandi, aku rekomendasiin Kenko, ada di Ciwalk & PvJ, harga mulai dari 70.000.
      Kalau Kenko yang di Senayan City sih 110.000.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: