Menyingkirkan Penganggu dalam Hubungan Cinta

Kemarin, teman saya bertanya via testimonial, bagaimana cara membunuh pria yang mengganggu pacarnya melalui fasilitas online FRIENDSTER.  Saya akan mencoba menjawabnya dengan logis.

Cara membunuh PENGGANGGU dalam suatu hubungan sebenarnya sama saja dengan membunuh manusia biasa.  Anda dapat menggunakan pisau, pistol, granat, bahan peledak lain, tombak, busur, arsenik dan saudara-saudaranya, atau demi efek dramatis, gunakanlah SANTET.

Sebelum membunuh, ada baiknya anda menggunakan efek yang akan mengingatkan korban anda kepada motif anda membunuh dia.  Misalnya, katakan nama pacar anda, URL Friendster pacar anda, atau tunjukkan foto anda berdua dengan pacar anda, dan bukti-bukti testimonial atau SMS-nya yang mengganggu.

Membuat BOM juga akan terlihat keren, dah lebih kedengaran “berusaha”.  Ingat, bom molotov sudah ketinggalan zaman.  Siapkan mangkuk Pyrex, Potassium Chlorida (biasa digunakan sebagai pengganti garam), hidrometer, pemutih, air yang disuling, vaseline, lilin, dan bensin.  Untuk instruksi selanjutnya, silahkan buka situs resmi Amrozi.

Jangan lupa untuk mengurus SIM (Surat Izin Membunuh) kepada kepolisian dan meminta izin keluarga calon korban agar pembunuhan berlangsung lancar.  Saya sarankan pula untuk mengenakan baju berwarna gelap agar noda yang tertinggal tidak terlalu tampak.  Cara terbaik mencuci darah adalah, rendam pakaian dalam air hangat-hangat kuku, kucek sebentar, diamkan, lalu kucek lagi dengan SABUN MANDI (bukan deterjen).  Setelah itu, diamkan hasil kucekkan, baru dibilas.  Niscaya noda akan hilang.  Saya melakukan hal ini setiap bulan, dan terbukti ampuh!

Nah, selamat membunuh!

 

*sadis najis*

7 Komentar

  1. ulan said,

    Oktober 27, 2008 pada 6:32 am

    ckckckckkckckc… ini membunuh noda mens to mbak??

  2. katie4zee said,

    Oktober 27, 2008 pada 7:39 pm

    @ulan
    hahaha.
    ngga sih, mbak.
    cuma biar tau gitu para pembunuh,
    gimana supaya kausnya ga kotor.
    hehe..

  3. diazhandsome said,

    Oktober 28, 2008 pada 8:25 am

    gw pernah tuh buat tutorial bunuh diri lebih ampuh daripada gantung diri di pohon toge… tapi sekarang karena udah dimarahin sama MOU, jadinya gw privat-kan… huhuhu

    sekarang malah ada tutorial membunuh yang ampuh… kejamnya dunia…

    salam kenal… main balik yaa..

  4. lumansupra said,

    Oktober 28, 2008 pada 3:37 pm

    nggak nyambung…

    *garuk2, padahal baca 2 kali

  5. katie4zee said,

    Oktober 30, 2008 pada 7:15 am

    @diaz
    halo, manusia pessbuk.
    makasih udah berkunjung.
    MOU itu sejenis MUI kah?
    dunia itu kejam,
    terpaksa..
    haha.

    @luman
    aduh,
    syukur alhamdulillah anda ga nyambung, mas.
    berarti ga psycho!

  6. Yuni said,

    Desember 26, 2008 pada 6:56 am

    Ya amplop pak. Kirain beneran cara membunuh. Aku ketemu tulisanmu saat aku ingin cari ‘saat suami anda ingin membunuh anda”. Eh ketemunya malah tulisan kocakmu. Sebab aku pernah mau diracun sama my man Dan hampir mati kalau ngak lari ke rumah sakit. Aku sih gak tahu apa itu racun apa narkoba. Sebab rasanya aneh. Awalnya aku ada masalah sama dia, trus baikan, trus bbrp minggu kemudian kita jalan2, pas lg jalan2 aku dipinjemin HP-nya. Aku baca disitu ada SMS yang dia itu lagi janjian sama cewek karaoke di karaoke itu. Aku masih ingat aku sempet call tuh cewek, dia ngaku namanya Linda aku bilang gini “Hi, who am I speeking to? I found your SMS in my husband HP wrote here that you call him dear and he call you darling. He is my husband, and I want to know what is your relation between you and him?”. Dia cuma jawab” who are you? and who is your husband name?”. Pas aku kasih tahu nama lakiku, dia bilang “I don’t hany any ….?” Trus aku bilang “You are working in karaoke, right? You are night girl, aren’t you?” Trus dia marah, dia bilang ” I will report to police if you disturbe me”. Trus aku bilang ” he he I just want to know”.
    Trus sedih banget. gak bisa mikir apa2. But I think, my man is really really her’s customer. From the SMS sensed that they are very close. But I think also that my man was creating some drama to make problem for me. Dia such a suck guy. Aku pernah konsult sama psikiater soal dia, dan psikiater itu mengambil kersimpulan bahwa my man ada kesakitan mental yang orang biasa gak akan bias lihat. Karena memang betul, sama orang lain dia bisa manis banget, dia baik banget, walaupun kadang2 dia juga kelihatan banget tuh sok, norak, sombong, dan gilanya itu.

    Nah dia kan tahu aku pernah minum obat batuk Vic sebotol penuh, saat aku stress dan gak bisa tidur. Nah saat itu, saat dia sengajain ngasih lihat SMS selingkuh itu, kan dia tahu kalau aku pasti stress banget. Pokoknya tiba2 aku lihat dia beli obat batuk, aku lihat ada struk pembelian, tapi aku gak tahu itu bener struk pembelian atau bukan karena aku gak lihat, cuma lihat dia ngelipat kertas itu ke kantong baju sambil bilang kalo itu struk pembelian obat batuk.

    Terus aku gak tahan trus nangis teruss…, pokoknya nangis gak bisa berhenti, dia gak apa-apain aku, cuma liatin doang. Trus dia bilang mau minum obat batuk, karena dia batuk (sekarang aku baru inget kalo waktu itu dia gak batuk beneran). Dia bilang, obat itu keras dan bikin ngantuk. Pas udah lama, gw masih nangis juga sampai tenggorokan gw suakit banget, mata gw bengkak hebat krn nangis. Terus gw minum 2 tutup botol obat batuk itu, dan hebat, 15 menit kemudian gw tertidur pulas, itu sekitar jam 11 malam. Dan sekitar jam 2 pagi (aku tahu karena pas di rs aku lihat samar2 jam 2 lewat), aku terbangun. Aku berasa dingin banget sekujur badanku, terus berasa pengen kencing. Aku terus kencing ke toilet, tapi pas berdiri dari toilet, aku tiba2 sempoyongan dan dadaku berdegup kuencang banget sampai aku gak bisa nafas. Pokoknya yang aku rasain cuma dadaku berdegup kencang, pikiranku kacau, mataku hampir2 gak bisa lihat. Yang aku pikirkan adalah aku seperti akan mati, aku gak merasakan apa2 dibadanku, seperti kesemutan atau mati rasa yang rasanya datang dan pergi gitu. Aku ambil HP-ku, niatnya mau SMS ke adikku mau ngabarin kalau aku sakit. Dan atau mau ngabarin kalau aku kayaknya mau mati, dan kalau aku mati tolong usut kematianku melalui si”…”. Lapor polisi sampai perkara tuntas. Begitu yang aku mau tulis, karena mulutku gak mau ngebuka, gigi2ku beradu, kayaknya kalau mau dibuka mereka nyatu lagi gemerutuk gitu. Aku langsung berpikir bahwa my man telah meracuni-ku. Tapi aku diam saja, akal sehatku mash jalan dan tetap meminta otakku untuk tenang walaupun banyak hal berkecamuk dikepalaku. Sungguh benar2 kacau dan sepertinya ada sesuatu yang mendorongku untuk terus kacau dan mengingat banyak hal masa lalu dan lain-lain. Aku buru2 pake baju, terus niatnya mau ke RS sendiri. Tapi yang aku pikir, dalam kedaan begitu nanti aku malah kenapa2 di jalan. Lalu aku tiba2 bangunin my man (kita tidur pisah ranjang), aku bilang sama dia untuk antar ke RS. Dia dengan tenang bangun seolah2 belaga bego trus nanya “kenapa?”. Aku bilang ” I don’t feel good. I feel something wrong with me. My eyes don’t see clearly, my heart beating so fast, my body feels shaky, feel like dieing”. “Why? dia cuma mengucapkan pertanyaan pendek sambil memperlihatkan pandangan mata seolah2 dia mengatakan “rasain lu, dasar lu”. Tetapi dasar aku, diantara rasa panikku dan kondisi tubuh yang kacau yang bahkan berdiri saja seperti gak sanggup, aku tetap berkata dalam hati “Tuhan, apapun yang terjadi, semua adalah kehendakMu. Apapun yang terjadi, hanya Engkau yang tahu, jadi beritakan kebenaran itu atas apapun yang terjadi padaku” hanya itu yang aku ucapkan dikepalaku, dan berserah pada Tuhan. Tetapi benar2 puji Tuhan, aku benar2 merasa tidak takut dengan keadaan apapun saat aku mengingat Tuhan. Betapapun nakalnya aku, betapapun terkutuknya aku, atapu betapapun kotornya aku semua Tuhan yang tahu. jadi pada saat itu yang ada dikepalaku Tuhan seperti mengatakan bahwa Dia tahu aku yang sesungguhnya. dan aku tidak merasa takut akan itu, aku tahu Tuhan tidak pernah meragukan aku. Kepercayaan itulah yeng menguatkanku. Aku kemudian berjalan keluar, ke loby, dengan sekuat tenaga aku mencoba membuat diriku untuk kelihatan sebiasa mungkin, supaya tidak mencolok. Aku kemudian ke RS Siloam, karena itu adalah RS terdekat dengan hotel tmpt aku stay. Sepanjang perjalanan di dalam taxi, pikiranku betul2 kacau, dan karena pandanganku yang samar dan cuaca gelap, pikiranku menjadi terasa saja kacau. Ditambah degup dadaku yang betul2 serasa jantung ini mau lompat keluar.

    Sekitar 20 menit kemudian kita sampai di RS, hujan rintik. dokternya lama sekali, padahal aku masuk ke UGD. Setelah 20 menit menunggu suster kemudian mulai memanggil namaku,, aku diperiksa detak nadiku. Ternyata detaknya 200 per minute. Dia sampai geleng2 kepala, apa yangterjadi dengan kamu? Suster sempat bertanya. Dia menyebutkan bahwa dalam 1 minute, detak yang normal adalah 120 kali. Jika berdetak sebanyak ini, seharusnya orang sudah mati. karena saat itu aku kelihatan lemas sekali.

    Lalu saat ketemu dokter, aku bilang bahwa aku minum dua tutup botol obat batuk yang disiapkan oleh my man. Aku lupa apa waktu itu dia membawa obat batuk itu ke RS atau tidak. Dia mengatakan “Your heart is beting more than 200 times in 1 minute, you know. And it is amazing that you still look ok. It really relly not normal that you woke up from sleep and your heart beat more than 200 times”. Aku lalu bilang “I can’t breath, short-winded. I feel so tired. can you make it slow?”. Aku bicara dengan rasa yang betul2 rasanya seperti lelaaaaaah sekali. Aku seperti baru melakukan perjalanan naik gunung setinggi 4000 mdpl nonstop naik dan turun. samar2 aku mendengar my man berkata ke dokter “I think she wants to comite suicide”. Ya ampun Tuhanku, apa aku salah denger atau aku yang lagi kacau? Aku bertanya dalam hati. Sekeji itukah my man yang selama ini aku perlakukan dengan baik, aku layani dengan baik sekalipun dia sudah banyak merepotkan hidupku. Betul2 hatiku remuk, betul2 yang ada dikepalaku adalah bahwa dia itu adalah psikopat yang mungkin dia mempunyai kesakitan mental yang terpendam karena masalah hidup dan keluarganya? Yang aku lakukan saat itu tetap saja berpura2 tidak tahu dan tidak mendengar, dalam hati akal sehatku mengatakan bahwa dalam keadaan seperti itu jika aku bicara, pastinya hanya akan mempersulit aku. jangan sampai orang berpikir bahwa aku gila telah berpikir yang tidak2, aku menuduh yang membabi buta. Yang aku lakukan saat itu justru memasrahkan diri kepada Tuhan dan aku juga pasrah kepada my man. Biar sekalian dia tahu bahwa apapun yang my man akan lakukan kepadaku, aku hanya bisa menerimanya. Lihatlah, kamu injak2 aku ataupun kamu siksa aku begini rupa, toh aku tetap tidak punya kekuatan apa2 untuk melawan kamu. Dan aku tetap tidak pernah punya kekuatan apapun untuk melawan kamu.

    Lalu aku dibawa ke mesin entah apa, dadaku ditempeli banyak plaster yang terhubung ke kabel listrik seperti itu.
    Aku sempat mengatakan kepada my man” Dear I am scared”. Entah apa yang ada dikepalanya saat itu. Tapi jika dia adalah manusia biasa, seharusnya dia begitu merasa terpukul dengan apa yang telah dia lakukan terhadapku. Aku mengulurkan tanganku dan dia menjamah tanganku dan menggenggamnya, dia mengatakan “Don’t worry honey, I am here with you”. Apapun yang ia ucapkan saat itu, yang ada dikepalaku saat itu hanya sebuah ketidak mengertian, aku terus bertanya, kenapa laki-laki ini terus menyakitiku. Kenapa dia begitu jahatnya terhadapku? Selain mulutnya yang tajam dan kata2nya yang selalu menyakitkan, perlakuannya yang seringkali berselingkuh, ketidak adilan dia dalam berbagi, dan banyak hal lagi. Terus saja aku meratapi dalam hati betapa jahatnya laki2 ini dibalik hal baik yang dia lakukan kepadaku. Sungguh sakit dia. Sungguh merepotkan sekali dia dalam sepanjang 4 th lebih hubungan ini. Betapa dia tidak pernah mau merelakan aku pergi, tapi terus saja menyakiti.

    Suster dan dikter lalu leherku diketuk-ketuk dengan jari-jari. Lalu lama2 degup jantungku mulai pelan. Lalu dokter menyuntikkan cairan apa aku tak tahu, dan menyuruhku untuk istirahat. Setelah cairan itu disuntikkan, perlahan2 dalam 20 menit mataku kembali melihat normal. Aku bisa membaca huruf jauh maupun dekat, nafasku terasa kembali normal, tapi pikiranku masih kacau. Setelah istirahat sebentar sekitar 45 menit, aku kemudian mengatakan ingin kembali ke hotel.

    Sekembalinya ke hotel aku istirahat walaupun tidur hanya sebentar2. Hari berikutnya aku kemudian kembali ke Jakarta dan masih dalam keadaan yang agak kurang konsentrasi. Aku mengungkapkan perasaanku soal kejadian itu setelah setahun kemudian yaitu setelah Chnss Ney Year 2008. Dan dia mengatakan aku gila. Dia memang selalu mengatakan aku gila, dan dia selalu membuat supaya orang berpikir aku gila. Karena itu sekarang aku diam saja, entah apa yang akan aku lakukan. Sebab aku masih juga belum bisa lari dari my man. Dia juga tak pernah mau meninggalkanku. Tapi entahlah, setelah saat Chnss new year 2008 itu aku mengungkapkan semua kecurigaanku, tiba2 dia banyak berubah. Dia menjadi sangat baik kepadaku. Walaupun sekali sekali dia masih saja berulah dengan kharakter-nya itu. maklum, namanya sifat asli, tidak bisa dirubah. Entah apa yang harus aku lakukan terhadapnya, seringkali perasaan tidak rela jika aku harus mengurusinya sepanjang hidupku kelak. Sungguh akan menjadi kerepotan yang hebat jika dia harus menjadi tanggungjawabku kelak. Dia orang baik, pekerja keras, semoga juga sehat jasmani, tapi disisi lain dia ada kesakitan yang mental yang sepertinya telah banyak merepotkanku. Sungguh tidak ada orang yang tahu akan ini. Aku berbagi cerita hanya melalui tulisan ke sebuah gereja di Amerika. Aku tidak pernah membagi cerita2 keanehan dia kepada orang yang aku ataupun dia kenal. Gereja itupun tidak pernah kenal aku ataupun my man, bahkan tidak tahu siapa saya ataupun siapa my man, bahkan juga tidak tahu nama my man.

    Regards
    Y

  7. katie4zee said,

    Februari 1, 2009 pada 2:49 pm

    wah wah wah
    a wall of comment nie.
    ckckckck ~

    koq bisa yah setega itu ?
    ga ngerti jalan pikiran suami anda.
    koq dia yang salah,
    tapi dia yang marah ~

    bikin saya tambah berpikir skeptis soal CINTA.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: