Dignity In Death; Live Like You Mean It

Gue teringat sebuah film yang pernah gwe tonton, judulnya “Rory O’Shea Was Here” dan internationally known as “Inside I’m Dancing”. Pernah gwe rekomendasiin untuk ditonton nih di salah satu blog, and inspire me buat bikin satu post yang benilai positif dan mengajak berbuat kebaikan, mengingat tagline nih film, ‘Live Like You Mean It’. Main Role-nya dijabanin aktor yang jadi Mr. Tumnus di Narnia, disini dia perannya namanya Rory O’Shea. Ganteng gila, dan aktingnya bagus, film laennya yang udah pernah gwe tonton tuh “Last King Of Scotland”, “Penelope”, sama “Wanted”. Yup, he’s James McAvoy.

Rory OShea Was Here

Inside I

Film ini tentang orang-orang cacat gitu, en Rory is a patient of muscular dystrophy, specifically Duchenne Muscular Dystrophy. Satu2nya yang dia gerakkin itu dua jari, tangan kanan, otot muka (kepalanya bahkan gak bisa bergerak), en satu “bagian tertentu” yang bisa bergerak kalo dirangsang. Hahahahahaha…

Kalo kata temen gue, gue selalu seneng liat cowok ganteng menderita, katanya gue psycho. Dasar sirik. Gue sih emang suka ngeliat cowok itu berdarah-darah en menderita (for good reasons!!!) karena bikin mereka keliatan lebih cowok, they are supposed to be like that. Biarpun mereka udah bertampang mau mati, cowok yang menderita itu keliatan lebih tangguh daripada cowok yang lolos tanpa lecet sama sekali.

***
Now turn away, cause I’m awful just to see
Cause all my hair abandoned all my body, oh my agony
Know that I will never marry
Baby, I’m just soggy from the chemo
But counting down the days to go
It just ain’t living!
***

Poin ceritanya, dia punya temen yang gak bisa ngomong dengan jelas, en cacat juga. Peran ini diperanin Stephen Robertson yang bener-bener kena Cerebral Palsy. Nama perannya ini Michael Connolly, dan sesungguhnya dia itu peran utama (in the review) tapi cuma sebagai karakter yang nonton. Gimana yah, dia tuh sebagai alat film ini, a point of view as someone who is watching and getting influence from Rory.

Rory ini orangnya moody banget, kayaknya dia punya masalah mental gitu. Dia suka dugem. Sedih banget deh liat dia ngelantai. Dia cuma bisa muter2in kursi rodanya. Michael ini bengong aja, trus nyeletuk “that’s not dancing”. Trus Rory bilang, “You said it’s not dancing? What do you think I am doing inside?”. Gue mikir, kenapa dia bisa sebegitu positive thinking-nya padahal dia itu khan digambarin sebagai orang rebel. Nah, khan biasanya orang rebel itu depresi gitu sih? Trus setelah gue pikir2, yang namanya rebel itu ya seharusnya begitu. Orang rebel itu orang yang berani nentang arus. Yang yakin dia bisa meskipun orang lain ngelecehin…

Gue juga sedih waktu Michael naksir cewek. Cewek ini sejenis nanny gitu buat mereka. Michael ini belum pernah kemana2, jadi excited banget ngeliat dunia luar. Jadi begitu ngeliat Siobhan (the nanny, diperanin Romola Garai) yang chuantique itu dia langsung jatoeh chiintah! Dan yang pasti, biarpun Siobhan baik, bukan berarti dia harus cinta sama Michael khan? She said to Rory, yang protes karena cinta temennya ditolak, ‘if a woman says no to you, you accept that maybe you’re NOT the right man for her. You dont ASSUME you have an automatic right to love because you’re in a wheelchair!’

Pokoknya filmnya sedih banget. You should see it, mungkin agak susah nyarinya karena ini bisa dibilang film Indie, ga sampe masuk bioskop gede-gedean. But it’s worth the search koq. Kalo gwe nonton pas HBO ada Indie Week gitu, last year. Hehehe…

Tapi yang gue liat disini, yang keren itu bukan cuma aktornya yang super ganteng, tapi cerita yang tragis, but still inspiring. Orang yang segitu kekurangannya aja terus semangat, kenapa gue nggak. Kita semua pasti pernah ngerasain dunk, ih pengen mati aja gitu. Tapi khan gak worth, liat dunk orang yang pada nyaris mati pada berusaha bertahan hidup, jangan sampe dunk kita yang hidup masih lama malah keukeuh mao mate! You die in shame!

Sesulit apa pun hidup, pertahankan dunk. Kejar terus apa pun yang lo mau. Hidup itu memilih dan bertindak, it’s not about waiting for something big to come. Kamu bukan Untung Angsa di komik Donal Bebek. Approach your dream, and when the time comes, matilah dengan tenang, jangan ada penyesalan, makanya hidup itu harus semaksimal mungkin. Lakuin yang lo mau, coba semua yang bikin lo penasaran (yeah, including that kite-surfing and rocket bungee), then die in peace. That’s what I call dignity in death!

Semoga bermanfaat, saya hanya berusaha menjadi seorang Rory O’Shea yang berusaha menginspirasi Michael Connolly-Michael Connolly yang bertebaran di luar sana. Trust me, orang yang mengira mimpinya bakal terwujud dengan sendirinya itu sesungguhnya mengalami Cerebral Palsy right on his ratio.


When I first met Rory I thought he was trouble. And I was right. He is trouble.
Yet because he is seen as a rebel
you believe he hasn’t the responsibility to live independently.
But how do you learn to be responsible?
You live in the world.
You make your own decisions. You make your own mistakes.
So if this panel can offer independent living to someone like me
who until recently had no concept of what that meant
and refuse someone whose very life is an embodiment of independence
then I believe that the panel showed a prejudice.

(Michael Connolly)

3 Komentar

  1. September 7, 2008 pada 5:15 am

    ternyata suka film juga toh😀

  2. heroine19th said,

    September 21, 2008 pada 9:25 am

    bawa kesetnya sih joe..[ JONAS]

  3. katie4zee said,

    September 21, 2008 pada 12:26 pm

    @achoey
    hoh, hobi banget. Emang ga keliatan yah??

    @heroine19th
    dodol,
    akko ntn di HBO..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: