what if you know your death earlier?

Masih nyambung sama post sebelumnya, gak taw kenapa gue lagi sering banget mikirin itu, gimana kalo seandainya gwe mati dan gue tau kapan. Tentang gimana gue ngabisin sisa waktu gwe. Gue mikirin apa yang udah lewat dan apa yang mungkin gwe lewatkan kalo seandainya gue harus pergi sekarang. Apakah gue bakal pergi dengan penyesalan? Atau gue pergi tanpa suatu pencapaian yang udah gue rencanain dari dulu? Will I die painfully?

Selama ini, orang-orang yang gue tau meninggal dengan tenang itu orang yang menikmati hidup, orang yang udah mencapai tahapan tertentu selama hidupnya, orang-orang yang ninggalin kesan tertentu, dan waktu mereka pergi, kita semua termenung en berpikir “Why him? Why can’t I replace his place? Dia masih punya mimpi dan dia bakal manfaatin hidupnya lebih baik dari cara gue manfaatin hidup gue.” And I always think so as my beloved people left me. Apakah nanti ada orang yang ngerasa gitu juga?

Gue bener-bener gak tau gimana gue harus manfaatin hidup gue. I mean, gue gak yakin mimpi gue itu sesuatu yang pantes dicita-citain, gue bahkan gak ngerti gimana cara gue bisa mencapai mimpi gue itu. Hidup gue berwarna, semua bilang I have a good life, I have everything I want, I can do whatever I wanna do. Dan iya, gue juga berpikir, hidup gue indah, my family loves me, I have good friends, caring lover. But nope, my future is too blurry to defend. I’m not that worth it to live, I don’t even worth to die.

Kalo gue mati, mungkin gue bakal bawa banyak penyesalan, but what? Apa yang mau gue sesalin? My life was wonderful, my dream is not quite approachable even if I live, I’m just a messing addition of the world’s population. Tapi yang bakal gue sesalin itu mungkin… i could’ve done better in my life, I could’ve tell my beloved one how much they really meant to me. Dan di hari akhir nanti, mungkin gue berharap gue bisa jadi suatu anomali, gue bisa inget siapa orang-orang itu, dan bilang kalo gue sayang mereka. And it’s gonna be silly, cuz they won’t remember me.

But well, it doesn’t seem that I won’t die that soon, so I would just try to make my future less blurry. Huppphh… bisa juga ternyata seorang Zea terdengar pesimis. Hihihi…

“should I be afraid?”

“no, not a man like you.”

-meet joe black

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: