Kutu Buku Mati Kutu

Huhuhu..

Saya baru-baru ini banyak beli buku. Siapa sih yang bilang membaca itu hobi yang murah ??  Gila tuh, jatah beli buku ngalah-ngalahin jatah makan, khususnya jatah makan gue. Entah kenapa bulan April banyak buku bagus yang terbit bareng, menyambut kelahiranku kah?  Apa gue harus berenti baca buku?

Oh no no no way. Hanya karena mahal, gak berarti gue mati kutu; kejer diskonan, nabung kek, minjem kek, ya-toya-toya-toya-toya???!

Dulu gue disuruh baca sama Papa, katanya biar PINTAR (terbukti, kosakata gue lumayan banyak, bisa dibilang lebih banget dari rata-rata dan mendukung gue untuk mengarang indah di tiap ujian). Kata mama, biar punya hobi yang irit.  Ya dulu, 1000 perak juga udah kenyang baca buku. Kayak Cardcaptor Sakura aja, labelnya masih 7500, dan itu belum lama lho, waktu gue SMP. Gue malah punya Doraemon dengan harga 500 perak saja, dan gambarnya masih amit-amit. Doraemonnya macam gepeng.

Waktu memulai hobi baca gue, sebagai anak sulung dalam keluarga yang relatif masih amat sangat baru, gak ada bacaan apa-apa yang menarik bagi anak baru lulus TK (omg, bayangin imutnya akkoh!), di rumah cuma ada buku-buku hukum kakek, buku ekonomi nyokap, dan buku-buku aneh si Papa tentang budidaya sesuatu, jamur merang misalnya. Btw, buku itu pernah gue praktekin pake rumput ilalang en jamur oncom, hasilnya adalah cairan luar biasa yang bisa tercium dari jarak 10 meter sebagai bau campuran dari oncom basi dan rumput lapuk, hanya saja dengan fermentasi lebih lanjut. Buku itu sesat, men. (lho?!)

Tapi suatu hari, gue ketemu buku NOVEL. Woow, how great was that, dan itu novel John Grisham. Apaan tuh ya judulnya, gue lupa, tapi seinget gue John Grisham pokoknya which I don’t even understand but I love to guess the point. Sejak baca buku itu, gue pengen jadi pengacara, tapi karena di kalangan anak SD gak ngetrend istilah cita-cita jadi pengacara, so gue juga ikut ngaku-ngaku mau jadi DOKTELLL, Ibu Gulu. Waktu gue udah ngelewatin masa kelas 3 SD yang artinya baca gue udah super cepet, dan gue udah bosen baca artikel anak di Republika, gwe ketemu lebih banyak novel. Balada Narasoma, trus Ramayana, bahkan buku tentang Dajjal juga gue sangka novel, dan gue inget gwe ketemu Pelican Brief dengan cover Julia Roberts bernuansa cokelat kemerah-merahan (ceileeeh).  Bokap gue baru menyadari gue butuh bacaan laen setelah ngeliat gue ngadu ada buku “porno” sama nyokap gara-gara novel Sydney Sheldon. Inget banget gue, gara-gara adegan ciuman disertai grepe-grepe. Hahaha, polos !

Back to main topic, gue dibawa bokap ke Gramedia Tanjung Karang yang waktu itu sih tata letaknya gak kayak sekarang. Waktu itu, novel en komik dijejer di rak, gak diserak-serakin kayak sekarang. Dan letaknya ada di rak yang sekarang diisi buku-buku berat (baik secara harfiah dan kiasan). Rak tinggi menjulang itu menarik perhatian gue dengan sampul warna-warni tapi bersampul cerah, Goosebumps by R.L. Stine. Dulu nama itu ga pernah kelewat dari daftar idola gue. Hehehe..

Gue terus ngumpulin Goosebumps, dan gak lupa buku cerita rakyat bergambar kayak Putri Shirayuki, Putri Kaguya, Akataro, yang menurut gwe sampe sekarang masih menarik, gak peduli umur lo. Lalu gwe mengenal Doraemon, terus muncullah Detektif Conan, Cardcaptor Sakura, berjenis-jenis serial misteri kayak Roh Boneka, Moonlight Night, Dream Saga, dan seterusnya.I have many many many, dan gue ngelakuin apa aja untuk komik.Jualan, ga jajan, bantu-bantu mama, nenek, asal dapet duiiit!

And then I had that stupid idea, gue sewain buku-buku gue. Hasilnya, semua Goosebumps, juga buku-buku Roald Dahl, Anderson, dan banyak banget komik gue gak pernah kembali. Ada juga sih yang kadang-kadang ketemu di rumah para sepupu atau teman. Kadang-kadang gue sadar gue yang ngilangin, but mostly ada yang ngutil buku gue yang berharga. Gue berhenti minjemin buku sejak itu, tepatnya waktu era pra-Harry Potter. Waktu itu gue demen baca buku Lima Sekawan, ato Chicken Soup, kadang-kadang gue baca ensiklopedia, tapi yang tipis. Gue suka baca tentang serangga en bunga, yang kadang-kadang bikin jijay.

Sekarang gue gak bisa lepas dari kebiasaan baca, dan udah mulai pilih-pilih. Misalnya gue ga terlalu suka Princess Diaries, dan berbagai Chicklit atau Teenlit atau Single Happy yang kacangan. Ada yang gue baca juga, tapi setelah bingung dengan tempelan BEST SELLER di tiap novel, gue mulai cari-cari review sebelum beli. Tentunya it’s worth the effort. Lagian ngapain sih semua novel harus ditempel best seller, trus dikasih tau si pengarang menang award ini en itu yang bukan atas tulisan dia dalam buku itu. Huff..

Rekomen buku gue bulan ini:

  1. Magyx; Septimus Heap by Angie Sage

Sum kinda Harry Potter, dengan alur yang lebih fokus, ga melenceng ke detail-detail gag penting kayak Harry Potter yang sepertinya dimaksudkan untuk manjang-manjangin kisahnya sampe tujuh buku. Ckck.. Anyway, buku ini bersambung, baru buku satu, en cocok banget buat para penggemar karakter fiksi yang tentunya tau brownie yang suka jahat di buku ini bukan kue cokelat, tapi sejenis makhluk iseng, dan tentunya tau istilah Putra Ketujuh dari Putra Ketujuh gak cuma berarti “banyak anak”.

  1. SOUE; Carnivourous Carnival by Lemony Snicket

Buku ke-9 akhirnya terbit, seperti biasa kisahnya tentang sialnya anak-anak Baudelaire dan betapa begonya orang-orang sekitar mereka, dikisahkan dengan cara super teatrikal, mendramatisir, en hiper banget hiperbolanya. Disini ada banyak info tentang P.K.S. dan (SPOILER!) salah satu ortu Baudelaire yang masih hidup.

  1. Darren Shan; Lake Of Souls

Buat penggemar Darren, you kudu mesti harus dan wajib baca.Kalo gak beli, minjem deh, soalnya disini diungkap identitas asli Harkat Mulds. Dan dengan ending yang lumayan sedih. Uhuhuhu..

Selain buku-buku itu, gue saranin baca juga Spiderwick Chronicles, Bartimaeus Trilogy, Virgin Suicides, Middlesex, dan I Am A Rat. Please gimme some recommendation, gue mengutamakan sci-fi, adventure, fantasy, thriller, suspense, en komedi, trus drama juga boleh (kayaknya semua deh).Btw, gue baru nonton Awake movie, bintangnya Hayden Christiensen ma Jessica Alba, keren tuh.

Last question, how did you start reading then?

5 Komentar

  1. cumiasoy said,

    Juni 5, 2008 pada 5:12 pm

    how about raditya dika dan semua kelakuan imbisilnya????

  2. katie4zee said,

    Juni 6, 2008 pada 11:33 am

    @cumii
    aduh,
    gue sukak banget !
    kadang2 baca yg gak penting itu perlu,
    meredakan stress.
    gue rajin buka blog dia lohhh.
    hahahaha…

  3. go why said,

    Juli 24, 2008 pada 10:54 am

    dl gw sk bgt baca.
    trutama fabel
    pas zamanx bobo, donal belek eh bebek..
    tp g tw napa skg kok malez bgt bc beg0noan.

    skg mah lbh sk bc analis kbijakn publik, adminstrs pmbngunan.
    yah secara mo skripsi
    jd trpaksa bc buku yg mbosankan.!

  4. AnakPintar said,

    Juli 25, 2008 pada 11:01 am

    Hmh. Udah baca Enriques Story? Saya lagi reaching finish. Bagus loh.

    Teenlit banyak yang gag kacangan kok. Saya suka. Kalo beli yang karangan Luna Torashyngu aza. Bagus”. Hehehe.

  5. katie4zee said,

    Juli 29, 2008 pada 1:27 am

    @go why
    masa?
    Di rumah msh langganan sih donal bebek,
    jadi msh baca..
    Skrg kalo buku yg berat,
    suka yg religi gt..
    Recently ‘Ternyata Akhirat Tidak Kekal’

    @anak pintar
    benar sekali,
    tidak semua teenlit kacangan.
    Tapi kita hrs selektif.
    Hehe..
    Ow,mw minjemin? ^^


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: