Baru nonton film SUBLIME, sesuatu yang ga bakal dimengerti anak di bawah tingkat SMP dan orang-orang ber-IQ kurang dari 100. Di film itu, gue nemuin sebuah istilah yang menarik, Iatrogenic. Iatrogenic itu, dalam film, kurang lebih sebuah kondisi sakit bahkan kematian yang diakibatkan oleh medical error alias malpraktek. Waktu baru denger, tentunya reaksi gue NGAKAK. Doctors… they can name everything that causes death, even their own mistakes, but rarely find the cure. *LOL* Karena tertarik, gue cari-cari lagi di Internet, terutama sahabat baik kita, Wikipedia.
Etymologically, the term means “brought forth by a healer” (iatros berarti penyembuh, in Greek, not in Boso Jowo); jadi hasilnya bukan selalu jelek kayak menimbulkan penyakit, mostly it gives nice effect – HEALING. Aslinya, iatrogenesis dan iatrogenic artifact diartikan sebagai komplikasi yang diakibatkan oleh perawatan atau nasihat medis.
Penyebab Iatrogenesis antara lain kesalahan medis, kealpaan, dan interaksi negatif dari obat yang diresepkan. Di Amerika Serikat, tercatat 225,000 kematian per tahunnya akibat penyakit ini, menempati posisi ketiga penyebab kematian, setelah rokok en kecelakaan.
Contoh-contoh Iatrogenic ini antara lain:
· Kesalahan medis
· Kesalahan pembacaan resep akibat tulisan terlalu tidak terbaca
· Kesalahan prosedur atau kealpaan
· Interaksi obat yang negatif, misalnya karena alergi
· Penggunaan antibiotik berlebihan sehingga bakteri penyakit menjadi kebal
· Infeksi Nosocomial (whatever that is)
· Transfusi darah
· Tekanan emosional berlebihan
WOW banget yah?? Astagong, malpraktek banyak banget di Indonesia, tapi kenapa semua artikel ini berbahasa Inggris. Emangnya orang Indonesia gak perlu tau yah? Kasus malpraktek makin banyak, tapi sekarang dicuekkin aja, kalah seru sama Belah Duren-nya Jupe. By the way, nasihat dari nyokap termasuk Iatrogenic gak yah? Soalnya tiap gue pilek, dya langsung nyodorin Mefinal 500. Hahaha…



