Aku, JAI, dan Anomali Demokrasi

Kasus ini berawal dari pemahaman sebuah institusi agama yang akhirnya meluas menjadi permasalahan negara. Peran negara sangat menentukan dalam hal ini. Tetapi, soal Ahmadiyah menjadi batu ujian yang krusial bagi negara. Terutama karena Indonesia adalah sebagai negara hukum, dan Indonesia adalah negara yang mengakui pluralitas.

Reaksi penolakkan masyarakat terhadap ajaran Ahmadiyyah sudah mulai mengarah kepada kekerasan. Hal ini tentunya menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat, tidak hanya penganut aliran Ahmadiyyah, namun juga masyarakat secara luas. Belum lagi dengan sebuah seruan anarkis yang kian marak, yaitu “darah penganut aliran Ahmaiyyah adalah halal untuk ditumpahkan”.

Kemampuan negara melindungi Ahmadiyah dapat menjadi tolak ukur kemampuan negara untuk melindungi kelompok minoritas keyakinan yang mungkin ada atau eksis di belantara keyakinan dan keberagamaan di Indonesia. Sehingga secara berkebalikan maka kegagalan negara untuk melindungi kelompok minoritas (apapun) akan melahirkan ancaman bagi eksistensi minoritas dari kelompok-kelompok mayoritas.

Tapi seandainya akidah Ahmadiyah dianggap berbeda, orang Ahmadiyah pun masih berhak “menjalankan ibadah menurut agama dan kepercayaannya itu”. Selama ini, Ahmadiyah tetap konsisten menjalankan program kemanusiaan dan menyerukan perdamaian. Ajaran Ahmadiyyah itu sendiri tidak melanggar norma-norma dan kaidah-kaidah bermasyarakat secara umum. Dalam kerangka Negara Hukum RI, mereka tetap berhak memperoleh hak-hak asasi mereka, khususnya dalam menjalankan agama menurut kepercayaan mereka sendiri.

Problem kepercayaan ini tidak sederhana, karena melibatkan banyak hal, seperti kepercayaan tertentu, ajaran agama, hukum dan juga Hak Asasi Manusia (HAM). Beberapa solusi yang dihasilkan, seperti sebaiknya Ahmadiyah menjadi agama sendiri justru ditolak oleh JAI, atau kepercayaan ini tetap dihormati dan justru diakomodir di MUI dengan menyertakan wakilnya juga tidak diterima.
Yang lucu lagi, jika mengingat sejarah sampai tercetusnya SKB Tiga Menteri ini adalah demi ‘memburu’ seorang buronan pelaku kekerasan dari sebuah organisasi keagamaan. Lalu, pemerintah kita lebih memilih melangkahi konstitusi, daripada melanjutkan perburuan tersebut.

Baca entri selengkapnya »

PARODI : Hey Henry Paulson

original song:  HEY THERE DELILAH – PLAIN WHITE T’S

Hey Henry Paulson,
What’s it like in New York City?
Heard that AIG was coming down,
But now they’re sitting pretty.
Thanks to you.
Man, I could use a bailout too,
I swear it’s true.

Hey Henry Paulson,
Don’t you worry ‘bout explaining,
We’ll just borrow from our grandchildren,
I don’t hear them complaining.
Sleight of hand,
Just in case you need a back up plan-
Invade Iran.

Oh it’s what you do to me
Oh it’s what you do to me
Oh it’s what you do to me
Oh it’s what you do to me
What you do to me.

Hey Henry Paulson,
I know times are getting hard,
And when the housing prices fell
Your friends were hoist by their petard.
Oh, what a swerve.
That we should get what they deserve.
It seems absurd.

Hey Henry Paulson,
I’ve got so much more to say,
But all the banks I couldn’t pay my debt to
Took my words away,

Oh it’s what you do to me
Oh it’s what you do to me
Oh it’s what you do to me
Oh it’s what you do to me

A trillion bucks seems pretty large,
To put into a great big barge,
Then close our eyes and just give you the key.

You’ll come back in a ragged raft,
With remnants of their criminal acts,
And sell us what they couldn’t dump for free.

Henry I can promise you,
That by the time that you get through,
The USA will never be the same,
And you’re to blame.

Hey Congress People,
Just be good and don’t you listen.
Two months and he’ll be outta here
And you just might be with him, if you do.
You know it all comes down to you.
You can vote however you want to.
Hey Henry Paulson here’s to you,
This one’s for you.

Oh it’s what you do to me
Oh it’s what you do to me
Oh it’s what you do to me
Oh it’s what you do to me
What you do to me.

*hahaha..
Henry Paulson itu US Treasury Secretary, tahun 2006.  AIG itu American International Group, sebuah badan ketenagakerjaan.
Aih, lucu banget.  Pengen juga ngomong sesuatu kayak gini ke pejabat kita.  I love the “invade Iran” part!

Mau Pintar?? Makanya Bayar!!!

Fenomena biasa di Indonesia.  Yang ga bayar yha ga boleh pintar.  Kemaren gue daftar, pagi-pagi ke SBA FH UNPAD yang kecil, sumpek, dan penuh orang-orang tidak peduli terhadap nasib anak kos.  Mungkin ada, tapi saya belum pernah ketemu…

Gue langsung nyodorin aja kertas RKRS gue yang masih hot dari printer, secara baru online pas malemnya.  Si admin, yang lagi ngorekin kukunya, nyuruh gue minta tanda tangan wali gue dulu.  Maklum, sistem online masih baru, jadi gue masih dudul.  Pas gue mau beranjak, ada seseorang yang tampaknya senior gue lagi bersusah hati karena RKRS-nya ditolak dengan alasan belum teresgistrasi, padahal rekening dia udah diautodebet.  Usut punya usut, dia baru nyetor ke BNI baru-baru ini, karena baru aja dikirimin.  Tapi dengan nyantainya, admin sebelah, sambil garuk-garuk dada ga peduli, bilang kalo autodebet di atas tanggal 27 belum masuk dan si kakak disuruh balik minggu depan, ato ngurus rekening koran.

Gue jadi mikir, telat bayar aja jadi ribet gini yah.  Padahal autodebetnya khan langsung.  Apalagi pas udah mulai belajar lho, payah!

Katanya perpustakaan menyediakan buku bagi yang ga mampu, tapi setiap semester selalu ada temen gue yang dikata-katain dosen karena membawa referensi yang ga relevan.  Apaan tuh?

Bahkan kelas gue pernah diwajibin beli jurnal hukum.  Parah ah.  Kayaknya jaman sekarang gagg bakal ada lagi the next BJ Habibie deyh.  Yang miskin silakan terus bermimpi, yang kaya boleh tetep bego asal moyangnya punya duit yang cukup untuk jajanin 14 turunannya belanja di Hongkong.

Mitologi Dewi Keadilan

JUSTITIA

Dewi Themis

Dalam legenda Yunani kuno terdapat kisah tentang Dewi Themis tentang keadilan yang coba dihadirkan manusia sebagai sebagai wakil Tuhan di muka bumi. Themis dalam mitologi Yunani adalah salah seorang Titan wanita yang memiliki hubungan dekat dengan Zeus. Ia memiliki Anak Horae dan Astraea dari Zeus. Ia juga ada di Delos untuk menyaksikan kelahiran Apollo. Themis berarti Hukum alam. Ia adalah tubuh dari aturan, hukum, dan adat.

Baca entri selengkapnya »