Ehm No, ini bukan review film Doomsday 2012 yang dibuat dengan CGI kacangan itu. This is a serious talk, guys. REALLY !
So I was walking by my friend’s note over facebook, and found this handy info. Badai Matahari yang parah, which is most likely to happen in that certain day we were freaking about, diramalkan akan merusak, bahkan menghancurkan segala macam infrastruktur elektris di Bumi. Ternyata, dan saya benar-benar baru mengetahui hal ini, bola-bola api plasma raksasa yang dinamakan Coronal Mass Ejections (CME) dari waktu ke waktu melepaskan diri dari permukaan matahari dengan perantaraan angin solar (angin matahari maksudnya, bukan solar yang anda beli di SPBU). Apabila satu saja dari bola-bola ini terlontar ke benteng magnetis Bumi, it would cause rapid short-lived changes in the configuration of the Earth’s magnetic field which would induce DC currents in the long wires of modern power grids. Yang pada intinya, akan merusak konfigurasi medan magnet Bumi yang kemudian menimbulkan mempengaruhi arus listrik DC (direct current, yang biasa kita gunakan di rumah-rumah). Arus ini akan meningkat dan menimbulkan medan magnet yang sangat kuat dan mensaturasikan sebuah transformer listrik (lebih umum dikenal sebagai trafo saja) menjadi sebuah inti magnet, dimana dengan terus mengalirnya arus ini kabel-kabel kita akan menerima panas yang sangat tinggi sehingga pada akhirnya meleleh.

Masalahnya, trafo-trafo yang rusak ini tidak akan dapat diperbaiki, melainkan harus diganti. Sebuah penggantian trafo rusak dengan trafo cadangan oleh kru yang terlatih saja akan memakan waktu sekitar seminggu. Bayangkan kalau harus mengganti trafo di seluruh dunia, pasti memakan waktu bertahun-tahun (estimasi sekitar dua tahun) untuk mengembalikan teknologi kelistrikan kita seperti semula, dan sementara kita harus mengalami mati listrik berkepanjangan. Mengingat mengalirnya air, berjalannya instalasi medis, jasa pengantaran, komunikasi, dan seterusnya selama ini kita gantungkan kepada aliran listrik, maka ini dapat berarti bencana besar. Kalau untuk saya, mungkin sedikit menguntungkan mengingat ayah saya instalatir listrik swasta yang disokong pemerintah. After this catastrophy, I might get a new car.
Ini pernah terjadi sebelumnya lho. In 1859, there was a severe solar storm known as the Carrington event. Kejadian ini menimbulkan gangguan serius pada komunikasi telegraf, dan saat itu skala magnetometer menggila. Dan pada saat itu pun, infrastruktur listrik terpaksa di-shut down. But it wasn’t catastrophic, it was just disaster, karena jaman itu khan listrik belum dipakai khalayak ramai. But what’s more, the next time in which severe solar storms might be expected are 2012.
So is there anything should or can we do? Well, with enough warning we’ll be fine. Perusahaan listrik harus mendapatkan peringatan lima belas menit sebelum badai ini terjadi untuk menurunkan energi yang mereka salurkan, bahkan mematikannya, agar dapat melewati badai ini. Kita juga memiliki sebuah sistem pengawasan yang dibuat untuk hal ini – the Advanced Composition Explorer (ACE). However, ACE is is operating beyond it’s planned lifespan alias sudah kadaluarsa, dan sensornya mungkin sudah melemah sehingga mungkin nantinya kita tidak memiliki cukup waktu untuk memperingatkan PLN : “Mr. DJ, matiin lampunya dong!”. Mungkin sudah saatnya mereka ganti sensor-sensor tua itu pake yang baru, karena bencana ini bisa lebih serius dari sekedar Tsunami (oke, tsunami memang bukan “sekedar”, but you know what I mean).
Yah, ulasan ini rasanya masih seperti sebuah review dari film science fiction murahan, but I just want to warn you. Mungkin kita semua harus berdoa semoga hal ini, atau hal yang lebih buruk lagi, terjadi di tahun 2012. Sementara itu kita bisa rame-rame ngerakit telepon kaleng.




deltapapa berkata,
Oktober 12, 2009 pada 4:53 pm
jadi 3 tahun lagi ya?
hmcahyo berkata,
Oktober 13, 2009 pada 12:52 am
makasih dah ke blog saya
Robin Septavyn Sitanggang berkata,
Oktober 17, 2009 pada 1:00 pm
tanpa listrik
manusia skrg akan bingung, ga bisa berbuat apa – apa..
Robin Septavyn Sitanggang berkata,
Oktober 19, 2009 pada 11:18 am
menurut ilmu yang saya dapat di kuliah
perubahan medan magnetik bumi akan berubah kalau arah rotasi bumi berubah.
entah apa penyebabnya, yang pasti ini bahaya..hehe..
bukan alat2 elektrik saja yang terkena dampak, manusia akan terlempar..
wuih…
Razka berkata,
November 14, 2009 pada 2:25 pm
Buat yang penasaran lihat film 2012 we were warned,dan belum sempet ke bioskop atau belum ada duit buat nonton,silakan di donlot walaupun masih CAM quality tp dah lumayan bagus,dari pada penasaran
http://razka96.wordpress.com/2009/11/14/film-2013-we-were-warned/
faqih berkata,
November 20, 2009 pada 4:55 pm
prcya kiamat 2012?????ORANG2 KAFIR YG PERCAYA….